2015-10-26_19.00.15ADAKITANEWS, Kediri – Pembangunan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) belum mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri. Bahkan, menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri kawasan SLG itu tidak memberikan kontribusi apapun pada semua sektor perekonomian di Kediri.

Secara keseluruhan luas kawasan SLG telah menghabiskan 37 hektar lahan di Kediri, dan menghabiskan lebih dari 300 milliar APBD Kabupaten Kediri ternyata belum ada dampaknya secara signifikan pada PDRB Kabupaten Kediri. Hal ini dibenarkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri.

“Secara signifikan pembangunan kawasan gumul itu tidak ada pengaruhnya terhadap PDRB Kabupaten Kediri. Hanya pada 2009 dan 2010 saja, itupun pada sektor kontruksi bangunan saja. Setelah itu sudah tidak ada pengaruhnya,” jelas Agus Prihanto Kepala Seksi Neraca Wilayah BPS Kabupaten Kediri kepada Tim Adakitanews.com,Senin(26/10).

Gagasan pembuatan kawasan SLG yang akan digunakan sebagai Central Bussines Distrik (CBD), justru tidak ada pergerakan perdagangan yang masif di kawasan tersebut. “Sisi perdagangan di kawasan SLG itu, hingga kini belum tampak. Jadi, kawasan gumul itu belum cukup kuat atau tidak begitu besar pengaruhnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelas Agus Prihanto

2015-10-26_18.58.18Bahkan, menurut Agus Prihanto, dari pada Pemerintah Kabupaten Kediri memaksakan kawasan SLG menjadi CBD yang tidak ada pengaruhnya, akan lebih bijak mengembangkan UMKM di Kediri. Pasalnya, jumlah UMKM yang begitu banyak di Kabupaten Kediri akan memberikan dampak yang lebih nyata pada sektor perekonomian masyarakat.

“UMKM itu seharusnya yang harus diperhatikan oleh Pemkab Kediri. Kalau bisa bertumbuh terus, itu (UMKM-red) yang langsung real berdampak langsung pada masyarakat. Karena itu langsung masyarakat sendiri yang melakukannya,” ujar Agus Prihanto

Beberapa masyakat Kediri yang menggunakan Kawasan SLG untuk melakukan aktifitas ekonomi, ternyata juga tidak mempengaruhi PDRB Kediri. Pasalnya, menurut Agus Prihanto, tidak besar omset yang didapat para pedagang di kawasan tersebut. “Walaupun banyak jumlahnya (kuantitas pedagang di kawasan SLG-red) kalau nilai omsetnya tidak seberapa kalah dengan perusahaan besar yang ekspor ke luar dengan omset milliaran rupiah,” jelas Agus Prihanto

Kalangan DPRD Kabupaten Kediri juga menyayangkan konsep yang tidak jelas dari kawasan SLG tersebut. Wakil Ketua Dewan Iskak beberapa waktu lalu mengatakan, tidak mengetahui konsep dari pembangunan SLG tersebut. “Konsep sebernanya seperti apa sampai sekarang saya belum jelas,” ujar Iskak Maulana Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri.

Sementara, tim adakitanews.com berusaha konfirmasi ke Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri, pihaknya masih mengikuti rapat. Sedangkan, ketika dihubungi via telpon seluler, Kabag Humas mengatakan akan menanyakan hal itu ke Dinas terkait. “Saya tanyakan dulu ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah),” ujar M Haris Setiawan Kabag Humas Pemkab Kediri.(zay)

Keterangan Gambar : Agus Prihanto Kasi Neraca Wilayah BPS Kabupaten Kediri. Kawasan SLG yang nampak sepi di siang hari.