AdaKitaNews Daerah Coklat Kedaluwarsa dari Sidoarjo Bikin Resah

Coklat Kedaluwarsa dari Sidoarjo Bikin Resah

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Usai digerebeknya pabrik pengolahan coklat di Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo oleh Ditreskrimsus Polda Jatim pada Selasa (29/03) lantaran memproduksi makanan dari bahan kedaluwarsa, masyarakat kini mulai resah. Pasalnya bukan tidak mungkin makanan-makanan berbahaya tersebut saat ini masih beredar di pasaran.

Miftachul Munir, salah satu warga Sidoarjo mengungkapkan sebagai orangtua, dirinya khawatir apabila jajanan berbahaya tersebut masih terjual bebas, terutama di lingkungan sekolah. Pasalnya, anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 mengaku jajanan yang sama juga pernah ia jumpai di sekolahnya.

“Sebagai orang tua tentu khawatir. Siapa tahu masih dijual di sekolah. Soalnya anak saya bilang pernah ada yang menjual itu,” ungkapnya.

Meski pemilik pabrik berinisial HI, 39, warga Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung telah diamankan, bukan berarti produk berbahaya ciptaannya bersih dari peredaran.

Seperti diketahui, modus pelaku dalam menjual produk adalah dengan cara membeli limbah coklat kedaluwarsa dari pabrik-pabrik di kawasan Surabaya dan Sidoarjo. Oleh pelaku, coklat kedaluwarsa tersebut diolah dan dijual kembali dengan harga Rp 3.000.

Produk berbahaya milik HI juga dikemas dengan menarik. Salah satunya bergambar tokoh kartun Upin-Ipin dengan merk Kado Cabin-Net. Tidak hanya itu, ada juga yang bermerk Ea Concom dan Salut. Pengakuan pelaku, produk-produknya dipasarkan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Pasuruan.

Dari hasil penggerebekan, petugas menyita 1 karung wafer, 80 plastik wafer cokelat Salut, 50 bal coklat Kado Cabin-Net, 60 bal wafer Ea Concom, satu unit mesin open, serta satu unit mesin penggilingan.(kur)

Keterangan Gambar : Wafer salah satu makanan yang mengandung coklat kadaluwarsa yang banyak beredar di Sidoarjo