ADAKITANEWS, Tulungagung – Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo memberi apresiasi kepada KPU Tulungagung yang telah proaktif dalam melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2018.

Apresiasi tersebut disampaikan saat dirinya didata oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), di rumah dinas Bupati Tulungagung, Jalan RA Kartini nomor 1 Tulungagung.

“Saya apresiasi kepada pihak KPU yang melaksanakan Coklit untuk mencocokkan data pemilih. Kegiatan ini sekaligus validasi bahwa pemilih benar-benar ada. Tidak sekadar datanya ada, tapi orangnya tidak ada,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, Senin (22/01).

Seperti yang dialami Syahri Mulyo sendiri, dalam data dari petugas ada nama yang beralamat di Jalan Kartini nomor 1. Tapi setelah dikonfirmasikan, Syahri menyatakan tidak ada nama tersebut. “Tadi dalam data ada dua nama yang beralamat di Jalan Kartini nomor 1. Tapi saya katakan tidak ada nama tersebut dalam keluarga kami,” ujarnya tanpa menyebut nama yang bersangkutan.

Lanjut Syahri, dalam keluarganya, yang didata petugas hanya 4 orang saja yang memiliki hak pilih. Dirinya bersama istri, dan dua dari empat anaknya yang sudah memiliki hak untuk memilih.

Menurut Syahri Mulyo, dengan dilaksanakannya coklit dari rumah ke rumah masyarakat tentu untuk menghasilkan data pemilih yang valid, sehingga tidak ada masalah dalam pelaksanaan Pilkada serentak mendatang.

Syahri meminta dukungan masyarakat untuk membatu PPDP, dengan memberikan keterangan yang sesuai dengan sebenarnya, serta menyiapkan berkas berupa KTP elektronik atau surat keterangan pengganti KTP elektronik dan Kartu Keluarga. Dukungan masyarakat sangat perlu, supaya tidak ada lagi yang mengklaim tidak terdaftar dalam daftar pemilih saat pemungutan suara.(bac)

Keterangan gambar : Bupati Syahri Mulyo bersama istri saat pelaksanaan coklit.(foto : acta cahyono)