ADAKITANEWS, Tulungagung – Sejak tiga hari terakhir, ratusan nelayan di Teluk Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung enggan pergi melaut mencari ikan.

Hal itu dikarenakan aliran arus bawah laut sampai kedalaman 50 meter sangat kencang, dan menyebabkan jaring yang ditebar nelayan terbawa arus laut. Akibatnya jaring tidak mengembang sehingga banyak ikan yang tidak terjaring.

“Sementara ini nelayan berhenti melaut, karena arus bawahnya sangat deras. Percuma melaut kalau banyak ikan yang tidak nyangkut jaring,” kata Warni, salah seorang nelayan di Teluk Popoh, Senin (08/01)

Warni menambahkan, kondisi ini diperparah angin di tengah laut yang berhembus sangat kencang dan tinggi gelombangnya mencapai 2 hingga 5 meter. Nelayan mengaku hanya bisa pasrah dan memilih menambatkan perahu serta kapalnya di dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) sambil menunggu kondisi tersebut kembali normal.

Imbas dari kondisi itu, aktivitas pelelangan ikan di PPI juga sepi. Yang tampak hanya sejumlah nelayan dan pedagang ikan duduk santai. “Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ada juga yang nekat melaut, tapi tidak sampai ke tengah. Paling jauh sekitar 10 mil saja, di sekitar Teluk Popoh,” ujar Warni.

Karena tidak sampai ke lautan lepas, hasil ikan yang didapat pun turun drastis. Tak jarang bahkan mereka pulang dengan tangan hampa. Dalam kondisi seperti ini ikan yang didapat rata-rata 10 hingga 12 kilogram saja. Padahal dalam kondisi cuaca bagus, mampu mendapat ikan sebanyak 1 kuintal lebih.

Minimnya hasil tangkapan ikan ini dikeluhkan oleh para nelayan, karena tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Warni memperkirakan, kondisi seperti ini masih akan terjadi hingga bulan Februari mendatang.(bac)

Keterangan gambar : Tambatan Perahu di dermaga dan kondisi PPI yang sepi.(foto : acta cahyono)