Curi Barang Bukti di Polsek, Enam Anak Diamankan

ADAKITANEWS, Nganjuk – Kenakalan remaja akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Enam bocah asal Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk yang rata-rata masih duduk di bangku SMP diamankan pihak kepolisian karena berkomplot melakukan pencurian barang bukti alat-alat sepeda motor yang ada di dalam Mapolsek Loceret, Jumat (27/05).

Kejadian berawal dari ditangkapnya SL, 15, pelajar, warga Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (28/05). Hasil penyidikan, SL mengakui telah melakukan pencurian onderdil sepeda motor yang merupakan barang bukti kejahatan di belakang Mapolsek Loceret bersama kelima temannya.

Menurut pengakuan, niat pelaku muncul saat SL ditilang polisi karena menggunakan ban yang tidak standar. Untuk mengambil kendaraannya, ia harus mengganti ban motornya tersebut dengan ban motor standar di Mapolsek Loceret.

Ditemani kelima temannya, SL akhirnya mengganti ban di belakang Mapolsek, dimana semua barang bukti disimpan. Melihat barang bukti tergeletak begitu saja, akhirnya muncul niat mereka melakukan aksi pencurian. Pencurian itu sendiri baru diketahui keesokan harinya saat barang bukti tersebut akan diambil pemiliknya. “Sebenarnya dari awal tidak ada niatan untuk mencuri. Tetapi karena situasi yang sepi dan tanpa pengawasan, membuat niat jahat mereka muncul,” ungkap Kapolsek Loceret, AKP Sudarman saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Sabtu (28/05).

Sebelumnya, polisi sempat kelabakan lantaran mengetahui barang bukti yang ada di markasnya tidak komplit. Akhirnya polisi mencurigai anak-anak yang semalam melakukan ganti ban di TKP.

Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya petugas berhasil menangkap kelima pelaku lainnya. Yakni BB, RK, YA, DP, dan AA, yang semuanya adalah warga Kecamatan Loceret dan masih berusia 15 tahun.

Para pelaku diketahui menggasak 2 karburator motor Satria dan RX King, 2 CDI RX King, dan juga baut variasi motor. Barang hasil curian tersebut kemudian dititipkan di rumah RK.

AKP Sudarman mengatakan, lantaran keenam pelaku masih berstatus di bawah umur, kasus mereka dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk. “Karena para pelaku masih di bawah umur, maka kami limpahkan kasus ini ke penyidik Unit PPA Polres Nganjuk dan menahan mereka,” jelasnya.(Jati)

Keterangan Gambar: ilustrasi.

Recommended For You