ADAKITANEWSPemenag UPS Jakarta Kios Pupuk 6Pemenag UPS Jakarta Kios Pupuk 3Pemenag UPS Jakarta Kios Pupuk, Nganjuk – Polemik terkait angaran siluman yang berkecamuk di DKI Jakarta, ternyata merembet hingga daerah kecil seperti Kabupaten Nganjuk. Betapa tidak, tender proyek pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) senilai milyaran rupiah yang juga sedang di soal oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama (Ahok) ini bersal dari Kabupaten Nganjuk.

Yang lebih mengejutkan, CV pemenang tender itu diduga tidak memilimi spsifikasi pengadaan alat-alat kelistrikan, melainkan CV. itu bergerak pada bidang jasa konstruksi. Sama sekali tidak ada kaitanya dengan alat-alat kelistrikan.

Pemenang tender asal Nganjuk itu bernama CV. padang, milik Pedik, seorang mantan kepala desa yang kini berprofesi sebagai pedagang sapi. CV. itu beralamat di RT 016 RW 7 Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Sebagaimana yang tertera di situs lelang LPSE tahun 2014, CV Padang merupakan pemenang tender pengadaan UPS bagi SMAN 101 Jakarta dengan nilai proyek sebesar Rp. 5.831.760.000. Proyek itu merupakan salah satu yang disoal oleh Gubernur DKI dari 55 SMK dan SMA dengan total nilai Rp. 330 miliar untuk pengadaan UPS.

Anehnya, saat ditelusuri alamat CV. yang bersangkutan, tidak satupun warga yang mengaku mengethui keberadaan CV. tersebut. Ketua RT sebagai mana alamat CV itupun mengaku fidak pernah mendengar nama itu.

“Di RT ini tidak ada CV. padang, jadi saya mengetahui dimana CV. Padang itu,” ungkap Hasyim Sodiq, ketua RT. 16 RW. 7 Desa Singkalanyar saat ditanya adakitanews.com dirumahnya.

Namun sumber adakitanews.com menyebut, bahwa CV. Padang adalah milik mantan Kepala desa setempat. Hal itu dikuatkan dengan pernaytaan Camat setempat yang mengatakan bahwa CV. itu milik mantan Kepala desa Singkalanyar.

“Setahu saya CV. Padang miliknya mantan Kepala Desa Singakalanyar. Tapi lebih jelasnya kita perlu kroscek dulu,” jelas Camat Prambon, Kabupaten Nganjuk, Sudipo.

Sudipo mengatakan, CV milik mantan kepala desa itu bergerak pada jasa konstruksi bangunan bukan di bidang listrik. “Setahu saya CV itu bergerak di bidang jasa konstruksi,” lanjut Sudipo.

Saat ditelusuri ke rumah sang mantan kepala desa, yang bersangkutan tidak ada ditempat. Tidak terpampang papan nama CV.. di rumah itu, yang terpampang hanya nama kios pupuk yang berada di samping rumah.

Dirumah itu wartawan adakitanews.com hanya ditemui oleh ibu sang mantan kepala desa yang diketahui bernama Hajah Suryati. Saat ditanya perihal aktifitas anaknya setelah purna tugas sebagai kepala desa, Hajah Suryati mengaku bahwa sang mantan kepala desa itu mengelola dua buah CV. Yakni CV. Padang dan CV. Terang.

“Selepas menjadi kepala desa dia (Pendik, mantan kepala desa – red) mengurusi CV. Sering mendapat pekerjaan untuk membangun perumahan dan plengsen sungai,” jelas Hajah Suryati.

Hajah Suryati juga mengatakan, sang mantan kepala desa sering kali pergi ke Jakarta untuk mengurus CV. yang dikelolanya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama menyoal dana yang diduga siluman. Dugaan itu muncul setelah Pemprov DKI menerapkan e-budgeting untuk APBD 2015. Diantara poyek siluman itu adalah anggaran pengadaan UPS di 55 SMK dan SMK seharga Rp. 6 milyar setiap unitnya.(jati).