ADAKITANEWS, Sidoarjo – Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan akhirnya dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Sidoarjo pasca statusnya dialihkan menjadi tahanan kota oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (31/10) malam sekitar pukul 22.50 WIB.

Keputusan Kejati menjadikan Dahlan Iskan sebagai tahanan kota muncul setelah pihak keluarga mengajukan penangguhan penahanan Senin (31/10) sore. Salah satu pertimbangannya adalah faktor kesehatan. Keluarga besar Dahlan, mulai dari istri, anak, dan menantunya bersedia menjadi penjamin, disertai dengan rekam medik dokter yang terlampir dalam surat pengajuan penangguhan tersebut.

Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim, Dandeni Herdiana SH dalam keterangannya kepada awak media membenarkan jika status Dahlan Iskan kini dialihkan menjadi tahanan kota. “Ia tetap wajib lapor dua kali dalam seminggu, Senin dan Kamis,” ujarnya.

Kata Dandeni, pertimbangan yang diambil dalam perubahan status tersebut adalah kondisi kesehatan Dahlan usai menjalani transpalansi hati beberapa waktu lalu. “Karena faktor kesehatan dan manusiawi, itu yang menjadi pertimbangan. Apalagi dalam rekam medik semua ditunjukkan dan pernah menjadi pasien transplantasi hati,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus mantan Dirut PT PLN ini sempat ditahan di Rutan Medaeng Sidoarjo pada Kamis (27/10), pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), perusahaan daerah milik Pemprov Jatim dimana saat itu Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama.(kur)

Keterangan gambar: Dahlan Iskan saat keluar dari Rutan Medaeng.(ist)