width=

ADAKITANEWS, Surabaya – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya resmi ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Surabaya, Kamis (27/10).

Mantan Menteri yang namanya sempat buming lantaran kesederhanaannya itu kini harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Surabaya. Dahlan dijebloskan ke penjara setelah sempat menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), perusahaan daerah milik Pemprov Jatim.

Sebelumnya, Dahlan juga sempat menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jatim sejak Senin (17/10) lalu. Ia diduga terlibat penjualan aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung.

Dahlan diketahui diperiksa tim penyidik Kejati Jatim sejak pukul 09.00 WIB. Begitu keluar dari gedung, Dahlan sudah terlihat memakai rompi merah bertuliskan tahanan di punggungnya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Dahlan mengaku tidak kaget dengan penahanan dirinya. “Saya tidak kaget dengan penetapan sebagai tersangka dan ditahan. Karena, seperti Anda tahu, saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa,” kata Dahlan kepada sebagaimana dikutip dari portal Kompas, sebelum naik ke mobil tahanan.

Meski membantah atas apa yang dituduhkan selama ini, Dahlan mengaku pasrah. “Biarlah sekali-kali terjadi. Seorang yang mengabdi setulus hati, mengabdi sebagai Direktur Utama daerah tanpa digaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apa pun, harus menjadi tersangka yang bukan karena makan uang, bukan menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tetapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah,” imbuh Dahlan.(kur)

Keterangan gambar: Dahlan Iskan sesaat sebelum dinaikkan ke mobil tahanan Kejati Jatim.(ist)