Dana PUAP Tak Jelas, Ketua Gapoktan Desa Munungkerep Jombang Akan tempuh Jalur Hukum

1021

ADAKITANEWS, Jombang – Lantaran dianggap tidak ada kejelasan, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Munungkerep Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang berniat akan melaporkan kasus dana bergulir Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang ada di wilayahnya ke pihak yang berwajib.

Permasalahan itu dipaparkan oleh Kepala Desa setempat, Suroso bahwa dana PUAP yang dipergunakan untuk pinjaman bergulir dengan bunga ringan sejumlah Rp 157 juta tersebut tidak memiliki kejelasan. “Dana yang diperuntukkan sebagai modal para petani tidak ada kejelasannya hingga sekarang,” ungkap Kades Munungkerep saat ditemui Tim Adakitanews.com, Senin (15/08).

Sementara menurut Ketua Gapoktan setempat, Kasno permasalahan bermula pada tahun 2008 yang saat itu dana PUAP turun sejumlah Rp 100 juta kemudian dikembangkan melalui pinjaman bergulir dengan bunga ringan pada para petani dengan tujuan pengembangan usaha. Dan hingga pada tahun 2012, dana PUAP berkembang sampai Rp 157 juta.

“Awalnya sangat bagus dari tahun 2008 yang sejumlah Rp 100 juta dan berkembang hingga Rp 157 juta di tahun 2012. Pada saat itu hingga sekarang tidak ada kejelasannya sehingga saldo anggaran macet,” papar Kasno.

Dari penelusuran Kasno, para petani sudah ada sebagian yang mengembalikan pinjaman bergulir tersebut ke Ketua Gapoktan lama yakni Parman. “Dari dokumen berisi perjanjian pinjaman yang ditandatangani oleh Ketua Gapoktan, Kades dan petugas penyuluh pertanian, kami menelusuri ke para petani. Hasilnya dari para petani sudah ada sebagian yang sudah mengembalikan yang kami total ada sejumlah Rp 50 juta,” terangnya.

Dari modal sejumlah dokumen dan temuan yang menjadi alat bukti terhadap permasalahan tersebut, Ketua Gapoktan, Kasno berniat untuk melaporkan ke pihak berwajib dalam minggu ini. “Dokumen dan bukti sudah kami kantongi. Kami akan melaporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini diunggah, Ketua Gapoktan lama, Parno belum bisa dikonfirmasi terkait masalah dana PUAP. Informasi yang didapat dari Kades Munungkerep, saat ini Parman sedang berada di Kalimantan.

“Parman sedang berada di Kalimantan. Hal ini pula yang membuat kami selaku Pemerintah Desa kesulitan dalam menangani dana PUAP yang ada di sini,” tegas Kades Munungkerep saat ditemui di kantornya, sesaat setelah Tim Adakitanews.com mencoba mengunjungi kediaman Parman dan tidak berhasil menemui pemilik rumah, Senin (21/08).(ar)

Keterangan gambar: Kades Munungkerep, Suroso dan Ketua Gapoktan, Kasno saat menunjukkan dokumen.(foto:adi rosul)