Datangi Kantor Desa, Warga Tolak Pelantikan Kasun

ADAKITANEWS, Jombang – Ratusan warga Dusun Petengan Desa Tambakrejo Kecamatan/Kabupaten Jombang menyerbu Kantor Kepala Desa setempat, Jumat (28/04). Mereka datang memperjuangkan aspirasinya, menolak dilantiknya Kepala Dusun (Kasun) baru.

Puluhan massa dari Dusun Petengan tersebut langsung disambut oleh H Muhadi selaku Kepala Desa setempat, Camat, serta Kapolsek Kota, AKP Mujiono Kapolsek Kota. Beberapa perwakilan massa diajak masuk ke aula Kantor Desa untuk melakukan serap aspirasi.

Wisnu, warga Dusun Petengan selaku Ketua Koordinator Aksi menyampaikan, bahwa seluruh warga Dusun Petengan menolak adanya Kepala Dusun yang berasal dari luar dusun setempat. “Kami menanyakan perihal sistem pengangkatan perangkat desa, dan kami warga Dusun Petengan menolak adanya Kepala Dusun dari luar dusun kami,” jelas Wisno.

Menanggapi protes warga tersebut, Nur Cholis selaku panitia seleksi pengangkatan Calon Perangkat Desa memberikan penjelasan, bahwa sesuai Peraturan Bupati nomor 19 tahun 2017, untuk Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa dari Warga Negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat.

“Semuanya sudah diatur di dalam peraturan yang berlaku. Maka proses seleksi tersebut sudah sah di mata hukum,” kata Nur Cholis di depan warga.

Penjelasan Nur Cholis tersebut dikuatkan oleh Bagio, selaku Ketua BPD. Ia mengatakan, Peraturan Bupati tersebut sudah jelas dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan terkait peraturan tersebut, sudah disosialisasikan dengan mengundang Ketua RT, sebelum pelaksanaan seleksi dimulai. “Kami dari pihak Desa sudah pernah melakukan sosialisai,” jelas Ketua BPD.

Mendengar hal itu Wisnu langsung menangkis penjelasan dari Ketua BPD. Wisnu bersama seluruh warga yang ada di ruangan tersebut tidak membenarkan adanya sosialisasi. “Dari awal kami tidak disosialisasikan terkait Perbub tersebut, dan juga tidak pernah diundang untuk pertemuan di Kantor Desa,” ungkap Wisnu.

Di lain pihak, Kepala Desa Tambakrejo, H Muhadi mencoba memberikan penjelasan. Pasalnya, proses seleksi sudah dilakukan dan sudah ditetapkan hasilnya sesuai dengan amanat Perbub. “Kalau dirasa tidak puas akan hasil seleksi tersebut dan mau merubahnya, maka harus merubah Perbub tersebut terlebih dahulu,” pungkas Kepala Desa.

Lantaran dinilai tidak memihak warga, massa akhirnya meminta Pemerintah Desa dibantu Camat untuk memfasilitasi mereka agar bisa bertemu dengan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko guna menyampaikan aspirasinya.

Kepada Tim Adakitanews.com, Wisnu menambahkan bahwa pihaknya akan mengumpulkan tanda tangan dari seluruh warga Dusun Petengan yang berjumlah sekitar 700 orang sebagai bentuk penolakan adanya Kepala Dusun dari luar Dusun Petengan. Tak hanya itu, warga juga mengancam akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua RT dan Ketua RW. “Kalau tidak ada titik temu untuk solusi ini, maka dari pihak Ketua RT dan RW akan mengundurkan diri,” ungkap Wisnu.(ar)

Keterangan gambar: Proses serap aspirasi di Kantor Desa Tambakrejo.(foto:adi rosul)

Recommended For You