Demo Hari Tani, PMII Tuntut Penyediaan Lahan hingga Usut Mafia Pertanian

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo menggelar aksi turun jalan, didepan kantor Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3) Kabupaten Sidoarjo, Rabu (28/09) siang. Aksi dalam rangka peringatan Hari Tani tersebut, membawa tuntutan mulai dari penyediaan lahan produktif bagi petani hingga pengusutan mafia serta koruptor pertanian di Sidoarjo.

Korlap aksi, M Mahmuda mengatakan bahwa petani merupakan sokoguru bangsa. Penyedia pangan yang setiap hari hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Kendati demikian, jerih payah para petani kerap dikesampingkan.

Tak hanya itu, kondisi memprihatinkan yang dialami para petani di lapangan misalnya permodalan dan sulitnya mencari lahan produktif, menjadikan kaum petani semakin terancam. “Akses terhadap tanah, air, benih, dan permodalan juga masih sulit,” kata Mahmuda.

Para aktivis mahasiswa tersebut juga menyoroti terkait komoditas pertanian yang sampai sekarang masih sering mengandalkan sumbangan impor. Penyebabnya tidak lain adalah lantaran produksi pertanian di dalam negeri masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Itulah yang menyebabkan banyak petani beralih meninggalkan profesinya,” tambah Mahmuda.

Menyoroti banyaknya persoalan tersebut, PC PMII Kabupaten Sidoarjo memberikan tuntutan kepada Pemkab Sidoarjo. Yaknk penyediaan lahan produktid bagi para petani, mewujudkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang agraria, pengelolaan koperasi BUMDes, stop liberalisasi tanah yang mengancam lahan pertanian, mengusut tuntas dan mengungkap mafia pertanian, serta meningkatkan kualitas panen petani.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan DP3 Kabupaten Sidoarjo, Nurwatiningsih yang saat itu menemui para mahasiswa menyatakan dukungannya untuk tetap mempertahankan luasan lahan pertanian di Sidoarjo. “Kami di Dinas Pertanian sangat setuju lahan hijau pertanian dipertahankan. Sebab posisi Kabupaten Sidoarjo yang berdekatan dengan Surabaya, lambat laun, lahan pertaniannya bisa berubah jadi perumahan,” kata Nurwatiningsih.

Dia menambahkan, DP3 telah melakukan sejumlah langkah untuk melindungi petani serta upaya khusus dalam menciptakan swasembada pangan. “Kami setiap tahun ada program subsidi pupuk, benih hingga pemberian bantuan alat pertanian. Bahkan kami bekerjasama dengan TNI, ada satgas khusus yang membeli panen padi langsung oleh Bulog, sehingga harganya tidak dimainkan tengkulak,” imbuh Nurwatiningsih.

Usai menggelar orasi di depan kantor DP3 Kabulaten Sidoarjo, belasan mahasiswa tersebut melanjutkan aksi ke kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sidoarjo.(kur)

 

Keterangan gambar: Aksi mahasiswa PMII di kantor DP3 Kabupaten Sidoarjo.(ist)

Recommended For You