20160825_102919ADAKITANEWS, Kediri – Ratusan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se Kediri menggelar aksi didepan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis (25/08) pukul 10.00 wib. Dalam orasinya, para demonstran menyoroti narapidana kasus persetubuhan di bawah umur yakni Soni Sandra (SS) yang sering keluar masuk Lapas Kelas II A Kediri tanpa alasan.

Informasi yang dihimpun adakitanews.com, sebelum menggelar aksinya, para demosntran berkumpul di kantor notaris Habieb yang berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta Desa Sonorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Dalam aksinya, para demonstran membawa satu alat sound sistem, bendera, banner, spanduk serta mengendarai dua roda empat dan dua puluh roda dua.

“Massa yang akan ikut berdemo sekitar ratusan orang,” ungkap Jeannie Latumahina Koordinator Aksi.

Menurutnya, aksi tersebut guna menolak narapidana Soni Sandra bebas dari hukuman. Selain itu, demonstran juga menyoroti SS yang sering keluar masuk Lapas Kelas II A Kediri tanpa alasan. “Narapidana (Soni Sandra,red) sering keluar masuk lapas,” jelasnya.

Saat ditanya bukti – bukti terkait seringnya Soni Sandra keluar masuk Lapas Kelas II A Kediri, Jeannie Latumahina tidak bisa menunjukkan data. Ia menegaskan, masih belum memiliki bukti yang kuat. “Kami masih belum memiliki foto Soni Sandra saat diluar lapas,” urainya.

Sementara Agus Wahono Kepala Seksi Pendidikan dan Pembinaan Lapas Kelas II A Kediri menjelaskan, selama menjadi narapida atas kasus persetubuhan dibawah umur, Soni Sandra tidak pernah keluar masuk Lapas Kelas II A Kediri dengan alasan sakit maupun alasan lainnya. Ia menambahkan, bahwa pernyataan demonstran terkait hal itu hanya isu yang tidak berdasarkan fakta dan data.

“Setelah ditetapkan menjadi narapidana, Soni Sandra selalu di Lapas Kelas II A Kediri dan tidak pernah meninggalkan Lapas dengan alasan apapun,” terangnya.

Pihaknya mempertegas, para demonstran harus menunjukkan bukti dan foto – foto Soni Sandra saat berada di luar Lapas Kelas II A Kediri. Sehingga, informasi yang menjadi tuntutan saat unjuk rasa bukan hanya sekedar isu.

”Saran kami bawalah bukti yang autentik kalau mau berdemo, biar berbobot dan tidak menggertak saja,” tegasnya.(blot)

 

Keterangan Gambar: Para demonstran saat unjuk rasa di Kanor Kejaksaan Negeri Ngasem Kabupaten Kediri.(foto: iwan Fahmi)