Demo Kejari Nganjuk, Pager Jati: Tuntaskan Korupsi Kain Batik

2016-05-09_18.10.40ADAKITANEWS, Nganjuk- Puluhan massa yang tergabung dalam Paguyuban Arek Jawa Timur (Pager Jati) melakukan aksi di depan Kejaksaan Negeri Nganjuk tepatnya Jalan Dermojoyo, Senin (09/05). Para demonstran mendukung aparat penegak hukum untuk memberantas segala bentuk korupsi sampai ke akar-akarnya.

Dalam aksinya, Pager Jati tidak ingin tindak pidana korupsi menjadi budaya para pejabat Nganjuk  Karena itu, Pager Jati mendesak pihak Kejaksaan untuk mengusut tuntas segala bentuk kasus korupsi yang tengah terjadi di dalam pemerintahan Kabupaten Nganjuk hingga tuntas.

“Kesejahteraan masyarakat Nganjuk terhambat gara-gara korupsi,” ungkap Agung Prasetyo, koordinator aksi.

Agung menilai, selama ini penanganan kasus korupsi di Kabupaten Nganjuk terkesan setengah-setengah. Pelaku korupsi hanya pada level pelaksana saja yang dijerat hukum, sementara aktor intelektual tidak terjamah.

Bahkan, Agung menyoroti penanganan kasus korupsi kain batik yang hingga kini Kejaksaan masih menetapkan tiga tersangka. Sementara aktor pelaku korupsi lainnya masih belum ditetapkan tersangka. “Kami mendukung upaya Kejaksaan dalam menangani kasus korupsi kain batik, tetapi kami juga berharap harus tuntas,” papar Agung Prasetyo.

Sementara Umar Zakar, Kepala Kejari Nganjuk, memberikan apresiasi positif terhadap dukungan Pager Jati dalam penanganan tindak pidana korupsi di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, Kajari mempersilakan masyarakat termasuk LSM Pager Jati untuk memantau perkembangan penanganan kasus korupsi termasuk korupsi pengadaan kain batik.

“Pantau terus kinerja kami (Kejari,red),” tegas Umar Zakar.

Lebih lanjut Kajari juga menjelaskan, saat ini tengah menangani kasus tindak pidana korupsi pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu berupa kain batik yang merugikan negara hingga Rp 3,1 miliar.

Sekretaris Kabupaten Nganjuk, Masduqi bersama Edi Purwanto direktur CV Ranusa, pemenang lelang pengadaan kain batik tahun anggaran 2015 dipaksa mendekam di penjara. Demikian juga dengan Sutoyo yang menjabat sebagai direktur CV Delta Inti Sejahtera, pemenang kedua dalam lelang kain batik kini meringkuk di hotel prodeo.

Bedanya, jika Masduqi dan Edi Purwanto ditahan di lembaga pemasyarakatan (LP) Kediri, Sutoyo justru ditempatkan di LP Nganjuk. Umar Zakar juga memaparkan jika penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan kain batik ini masih belum final.

“Dari beberapa tersangka sudah ada yang mendekam di LP Nganjuk maupun Kediri,” terang Umar Zakar.

Tidak menutup kemungkinan, tersangka pengadaan kain batik akan bertambah tergantung dari pengembangan kasusnya. Bahkan 35 saksi yang telah diperiksa oleh Kejaksaan juga akan dijadikan tersangka.(Jati)

Keterangan Gambar: Puluhan massa Pager Jati saat melakukan demonstrasi di depan Kantor Kejari Nganjuk tepatnya Jalan Dermoyo.

Recommended For You