ADAKITANEWS, Jombang – Unjuk rasa yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa dalam aksi penolakan UU MD3, berujung dengan tindakan pemukulan oleh aparat kepolisian, Rabu (21/02).

Aksi pemukulan oleh sejumlah aparat keamanan dari Polres Jombang tersebut, bermula dari aksi protes dan saling dorong antara sejumlah aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dengan pihak aparat kepolisian. Saat itu massa berusaha masuk ke gedung DPRD Jombang lantaran sebelumnya tidak ada satupun pimpinan maupun anggota DPRD Jombang yang menemui mereka.

Saat terjadi saling dorong, seketika itu pula sejumlah petugas kepolisian yang berjaga langsung melakukan aksi pemukulan dengan mengayunkan tongkat ke arah massa.

Dari aksi pemukulan tersebut, sedikitnya ada tiga mahasiswa yang terlihat mengalami luka pada tubuhnya. Salah satunya Aisyah, 20, anggota GMNI Komisariat Universitas Darul’Ulum Jombang. Aisyah mengatakan bahwa aparat kepolisian tersebut menggunakan tongkat kayu saat melakukan pemukulan.

“Tadi kita hanya bergandengan tangan, tapi kenapa wajah kami dilempari dengan tangan mereka. Tadi sempat jatuh, tapi mereka tetap memukul memakai kayu. Mereka tidak memberi ampun pada wanita,” ungkap Aisyah menceritakan pemukulan yang dialaminya.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Jombang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa dalam aksi unjuk rasa tolak UU MD3 tersebut, beberapa anggotanya mengalami luka yang diakibatkan pukulan dari pihak kepolisian.

“Saya sangat menyayangkan atas sikap kepolisian yang represif dalam pengawalan aksi tadi. Beberapa kader dan anggota kami dipukuli bahkan ditendangi sehingga mendapakatkan luka memar di lengan,” tegas Wahyu Hidayat.

Sedangkan, Koordinator aksi, Bongki mengatakan, lantaran tidak ada anggota DPRD yang menemui mereka, pihaknya berjanji akan melakukan aksi serupa. “Kami akan menunggu kedatangan Ketua DPRD Jombang. Kami akan kembali gelar aksi unjuk rasa tentang penolakan revisi UU MD3,” ujar Bongki saat audiensi dengan Sekretariat Dewan DPRD Jombang.

Terpisah, Kepala Bagian Umum Sekwan DPRD Jombang, Mudlhor mengatakan bahwa pada hari dilakukannya unjuk rasa tersebut, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jombang sedang ada kunjungan kerja di sejumlah daerah. “Semua anggota dan pimpinanan DPRD sedang kunker di luar kota,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Sejumlah aparat kepolisian saat bentrok dengan massa aksi. (bawah) Koordinator aksi, Bongki saat diwawancarai.(foto:adi rosul)