Demo Sengketa Jalan, Ajang Narsies Para ABG

IMG_20150702_180321IMG_20150702_180333

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Agar tekesan populer oleh teman, para Anak Baru Gede (ABG) yang ikut demo sengketa jalan. ABG yang ingin terlihat narsies di jejaring social (sosmed) itu, ikut demo para warga Kelurahan/Kecamatan Pesantren dalam aksi menuntut tuntasnya sengketa status jalan dengan pihak Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang beralamatkan di Jl. Mayor Bismo No.25 Kota Kediri, Kamis (02/07).

Nampak dalam gerombolan aksi tersebut, para ABG sedang memegang kertas tuntutan yang berisikan “pokoke jalane kudu dibuka..!!” itu, sambil berfoto-foto untuk diabadikan sekaligus dijadikan sebuah foto profil sosmed seperti facebook (FB) maupun black berry massegger (BBM) dengan dalih agar terlihat axis dan terkesan keren oleh teman sejawatnya.

“Nanti foto-fotonya di pasang di fb dan bbm biar nampak keren,” ungkap DW seorang peserta demonstran.

Tidak hanya itu, dalam aksi tuntutan warga Kelurahan Pesantren nampak pula anak usia Sekolah Dasar (SD) juga turut ambil bagian memegang kertas tuntutan yang berharap pada BPN untuk tidak memihak kepada PG Pesantren Baru.

Para anak usia SD ketika ditanya mengenai keikutsertaanya dalam aksi tersebut oleh tim adakitanews.com enggan berkomentar banyak karena takut dan merasa malu, pungkasnya.

Dalam tuntutan aksi kali ini, Heri Suroto selaku Koordinator Lapangan(korlap), menyatakan pihaknya akan membawa kasus sengketa jalan antara warga sekitar dan PG Baru Pesantren ke ranah hukum.

“Kami akan membawa kasus (sengketa-red) ini pada ranah hukum,” urainya

Sebagaimana diketahui, meski dipastikan kalah dalam persengketaanya dengan Perusahaan Gula (PG) Pesantren Baru, warga Kelurahan/ Kecamatan Pesantren, Kota Kediri tetap ngotot untuk melawan. Warga mengaku akan menggunakan jalan lain untuk menentang keputusan itu.

Dalam pertemuan yang digelar antara warga dengan PG. Pesantren pada Selasa, (23/06) lalu, warga merasa tidak puas. Pasalnya, pihak PG. Pesantren tetap akan menutup jalan tersebut untuk warga. Bahkan pihak PG menunjukan bahwa tanah tersebut masuk wilayah hak guna usaha (HGU) perusahaan. (Blot/Zay)

Keterangan Gambar : Para remaja yang ikut narsis ditengah demo warga dalam sengketa dengan pihak PG Pesantren. 

Recommended For You