ADAKITANEWS, Kediri – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Selasa (02/05) diperingati oleh beberapa aktivis yang tergabung dalam Kediri Bergerak, dengan menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Aksi tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan orasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Dalam orasinya, para aktivis menolak kapitalisasi dan pungutan liar yang selama ini masih sering terjadi di dunia pendidikan. “Realitas pendidikan di Indonesia khususnya di Kediri belum menjadi kekuatan produktif. Ini terlihat dari perbedaan tajam antara sekolah bagus dan sekolah mahal, dengan sekolah yang kualitasnya pas-pasan dan murah,” ujar Denok, salah satu aktivis mahasiswa.

Massa menganggap, praktik pungutan liar yang masih terjadi dalam dunia pendidikan menjadi salah satu contoh kapitalisasi di dunia pendidikan.

“Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2017 ini, kami berharap agar masyarakat bersatu untuk membangun kekuatan politik dan merebut kedaulatan politik serta ekonomi,” cakap Daniel, aktivis lain yang turut serta dalam aksi demo.

Dalam aksi tersebut, para aktivis juga menyuarakan 10 tuntutan, salah satunya adalah menolak pungutan liar dan mewujudkan demokratisasi kampus.(udn)

Keterangan gambar : Aksi demo aktivis Kediri Bergerak di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.(foto:fasihhuddin kholili)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/020517-udn-kediri-demo-3-1024x576.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/020517-udn-kediri-demo-3-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,demo,hardiknas,kediri,pendidikan,pungli
ADAKITANEWS, Kediri - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Selasa (02/05) diperingati oleh beberapa aktivis yang tergabung dalam Kediri Bergerak, dengan menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Aksi tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan orasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam orasinya, para...