ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sebanyak 5.395.000 butir barang bukti pil terdiri dari jenis PCC, Somadril dan DMP dimusnahkan jajaran Polresta Sidoarjo, Kamis (01/03). Jutaan pil tersebut dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan mesin molen, dicampur semen hingga akhirnya dipendam di dalam tanah.

Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan beberapa waktu lalu di wilayah Desa Sawocangkring Wonoayu. ‎Pemusnahan digelar di Mapolsek Wonoayu dengan dipimpin langsung oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji didampingi Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo, Kompol, serta dihadiri oleh Kepala BNN Sidoarjo, tokoh ulama, Forkopimka Wonoayu, serta Tim Laboratorium Forensik Bareskrim Mabes Polri Cabang Surabaya.‎

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Narkoba Forensik, AKBP Arif Andik juga menjelaskan efek bahaya mengkonsumsi pil jenis PCC, Somadril dan DMP, serta kandungan-kandungannya.

Menurut AKBP Arif, pil tersebut mengandung zat yang sangat berbahaya yang bisa mengakibatkan pemakainya meninggal dunia. “Pil ini bisa menyerang jantung dan mengakibatkan pemakainya meninggal dunia apabila mengkonsumsinya. Makanya pil seperti ini dilarang sejak tahun 2013,’’ jelasnya.

AKBP Arif juga menunjukkan alat deteksi untuk mengetahui kandungan obat-obatan yang mengandung zat berbahaya. Alat tersebut untuk mengetahui jenis obat-obatan narkotika atau barang bukti yang didapat petugas. Dengan alat yang bernama PROMAK tersebut, obat-obatan terlarang bisa terdeteksi.

“Melalui panca gelombang yang diserap nanti akan keluar nama jenis pil tersebut pada layar monitor,’’ papar AKBP Arif.‎‎‎‎

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji menuturkan, dikarenakan jumlah barang bukti yang terlalau banyak, petugas akhirnya memilih cara pemusnahan dengan menggunakan mesin molen. “Karena jumlah banyak maka kita harus giling habis itu kita campur dengan semen supaya dia terkontaminasi dan tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.(sid3)

Keterangan gambar : Pemusnahan 5 juta lebih pil dan obat-obatan berbahaya.(foto: andri santoso)