ADAKITANEWS, Sidoarjo – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H Usman berharap agar Muhamad Samhudi, 46, guru yang dituntut 6 bulan penjara gara-gara mencubit muridnya bisa divonis bebas. Alasannya, selain telah adanya perdamaian, vonis bebas juga diharapkan bisa menjadikan ketenteraman bagi semua pihak.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, H Usman mengatakan bahwa jumlah tuntutan 6 bulan penjara dengan 1 tahun masa percobaan dan denda Rp 500 ribu subsider 2 bulan penjara merupakan sebuah tuntutan yang diberikan Jaksa, didasari pasal-pasal yang disangkakan. Namun, berapapun tuntutannya, Usman mengatakan keputusan tetap ada pada Hakim dengen mempertimbangkan berbagai hal.

“Tapi nantinya putusan tetap ada pada Hakim setelah mempertimbangkan banyak hal. Bisa saja putusannya jadi bebas,” ujarnya, Kamis (14/07).

H Usman mengatakan, proses yang saat ini dilalui oleh M Samhudi tetap harus dijalani lantaran kasus tersebut telah masuk ke ranah pengadilan. Akan tetapi, dengan munculnya kasus tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kemajuan pendidikan. “Kita ambil hikmah di balik semua ini agar antara guru dan murid, guru dan orangtua bisa saling memahami tanggungjawabnya masing-masing untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya di Sidoarjo,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus yang menjerat M Samhudi, guru yang mencubit SS, 15, muridnya sendiri lantaran tidak mengikuti kegiatan salat duha akhirnya masuk ke ranah pengadilan pasca orangtua SS melaporkan dugaan penganiayaan itu ke kepolisian. Jaksapun telah membacakan tuntutan dalam sidang lanjutan kasus tersebut pada Kamis (14/07) lalu. Namun, belum bisa dipastikan vonis apa yang nantinya diberikan oleh Hakim kepada Samhudi.

Banyak pihak berharap, agar keadilan bisa berpihak kepada siapapun. Termasuk M Samhudi yang diketahui hanya berniat menegakkan disiplin kepada anak didiknya, termasuk kepada SS, yang kini banyak mendapat cibiran pasca orangtuanya melaporkan kejadian itu ke kepolisian. SS yang kabarnya saat ini kesulitan melanjutkan pendidikannya diharapkan juga bisa mendapatkan keadilan serupa. Pasalnya, senakal-nakalnya siswa, tidak akan bisa menghapus haknya untuk tetap mendapatkan pendidikan secara layak.(kur)

Keterangan gambar: Suasana sidang pembacaan tuntutan pada Kamis (14/07) lalu di Pengadilan Negeri Sidoarjo.(ist)