width=

ADAKITANEWS, Blitar – Pasca terjadinya keracunan masal yang dialami puluhan warga Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar yang diduga karena memakan dawet gempol, DPRD Kabupaten Blitar, melalui Wakil Komisi IV, Susi Narulita meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengecek kebersihan sumber air yang ada di desa setempat.

Susi mengatakan, pengecekan harus dilakukan sebab bisa jadi penyebab keracunan massal tersebut adalah karena masalah lingkungan, yakni sumber air warga yang telah tercemar oleh bakteri E Coli.

“Kejadian keracunan massal yang ada di Kecamatan Selorejo, tidak hanya kali ini saja. Beberapa tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa, yakni mual, muntaber atau diare,” ungkap Susi Narulita, Kamis (11/05).

Dengan demikian, lanjut Susi, ia memprediksi ada dua kemungkinan terkait penyebab terjadinya keracunan massal di Kecamatan Selorejo. Pertama bisa jadi makanan (dawet,red) yang dimakan korban mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, misalnya rodamin, borax atau formalin. Tapi juga bisa juga karena air yang terkandung dalam minuman dawet, tercemar bakteri E coli atau bakteri Escherichia Coli yakni bakteri yang hidup di usus manusia dan hewan.

“Bakteri E Coli ini, juga mengakibatkan diare. Terlebih di Kecamatan Selorejo, sering ditemukan warga yang terkena diare karena bakteri ini,” jelasnya.

Untuk itu, selain meminta mengecek kandungan dawet, Susi juga meminta agar Dinkes juga menurunkan timnya untuk mengecek kondisi kebersihan sumber mata air di desa setempat atau di tempat pembuat dawet untuk memastikan apakah tercemar bakteri E Coli atau tidak. Menurutnya, tercemarnya sumber mata air (sumur,red) dari bakteri E Coli, terjadi karena sumur warga terlalu dekat dengan saptictank (jamban).

“Jamban tempatnya tidak boleh dekat dengan sumur, karena akan mencemari sumber mata air. Sebab, jamban sendiri berisi bermacam bakteri, salah satunya E Coli,” tandas Susi.

Susi menuturkan, jika penyebab keracunan tersebut karena air sumur yang tercemar bakteri E Coli, pihaknya meminta agar Dinkes aktif melakukan sosialisasi kepada warga terkait kebersihan lingkungan, khususnya sumber mata air. Tapi, jika penyebab keracunan tersebut karena mamin yang mengandung zat kimia berbahaya, maka pihaknya meminta agar pelaku atau penjual makanan yang sengaja mencampur zat kimia, ditindak tegas.

“Ya jika karena zat kimia, harus ditindak tegas karena itu melanggar. Tapi kita lihat dulu hasil labnya terhadap makanan dan sumber mata airnya,” pungkasnya.(blt2)

Keterangan gambar: Susi Narulita, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar.(foto : fathan)