ADAKITANEWS, Blitar – Permasalahan pembangunan pabrik gula di Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar ternyata belum usai. Bahkan hal itu semakin meruncing lantaran pihak pabrik dinilai telah melakukan pembohongan publik.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo mengatakan, sesuai informasi yang diterima dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, bahwa Ho terkait perizinan pembangunan pabrik hingga saat ini dinyatakan belum masuk. Padahal dalam hearing di DPRD pada Senin (13/03) lalu, Direktur Operasional PT Rejoso Manis Indo, James Rifai menyatakan kalau izinnya sudah lengkap.

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan dari pihak pabrik gula. Kami anggap itu adalah sebagai pembohongan publik,” kata Wasis, Senin (27/03).

Wasis mengungkapkan, pernyataan dari pihak investor yang tidak benar ini malah memperuncing masalah. Karena di saat masyarakat Desa Rejoso meminta kejelasan terkait perizinan dan aset desa yang diduga diserobot pihak investor, malah ada pernyataan dari pabrik tentang kelengkapan izin. “Sampai saat ini warga dibuat bingung dengan pernyataan pihak investor. Karena permasalahan juga tak kunjung ada kejelasan,” paparnya.

Wasis yang juga politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, bahwa sebenarnya ia sangat mendukung adanya pabrik gula ini. Namun demikian pihak pabrik harus mengikuti aturan yang ada. “Jujur kami sangat mendukung adanya pabrik gula ini. Tapi mereka harus lengkapi izinnya dulu. Jangan sampai mereka menafsirkan kalau DPRD justru mempersulit. Ini kan juga untuk kebaikan mereka,” tandas Wasis.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam hearing yang digelar di kantor DPRD Kabupaten Blitar pada Senin 13/03 lalu, Direktur Operasional PT Rejoso Manis Indo, James Rifai mengaku jika semua perizinan sudah bisa dikatakan selesai. “Izinnya sudah semuanya, mulai dari izin lokasi, prinsip, maupun amdal,” katanya. (blt2)

Keterangan gambar: Wasis Kunto Atmojo, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar.(foto : fathan)