ADAKITANEWS, Kota Blitar – Puluhan masyarakat Blitar yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar melakukan aksi penolakan terhadap UU MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) di perempatan lovi Kota Blitar, Senin (26/02) siang. Hal ini dilakukan lantaran UU MD3 dianggap telah membungkam demokrasi.

Koordinator KRPK Blitar, Imam Nawawi mengatakan, saat ini di kalangan masyarakat telah muncul polemik terkait disahkannya Revisi UU nomor 17 tahun 2014 atau disebut UU MD3 oleh DPR. Polemik itu muncul ketika ada pasal-pasal yang terkandung di dalam undang-undang tersebut yang sangat kontroversial dan dinilai menciderai nilai demokrasi di Indonesia.

Imam menjelaskan, beberapa pasal yang menimbulkan polemik itu diantaranya pasal 73, pasal 122 (k), dan pasal 245. Pasal-pasal tersebut dirasa sangat bertentangan dan melanggar Hak Asasi Manusia.

“Selain itu pasal tersebut memungkinkan DPR menjadi lembaga anti kritik, kebal hukum dan super power. Hal ini sangat bertentangan dengam sistem demokrasi Negara Indonesia,” pungkasnya.

Lebih lanjut Imam menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan Undang-undang tersebut disahkan. Pihaknya pun meminta agar segera ada langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Pusat agar kegaduhan ini tidak berlarut-larut. Karena hal ini dinilai sebagai kesalahan fatal.

“Kita ingin Presiden Jokowi membuat Perppu atas undang-undang tersebut. Selain itu Presiden juga harus segera menginisiasi revisi terbatas atas undang-undang tersebut, agar tercipta tata kelola Pemerintahan yang jujur, adil, dan bersifat kerakyatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiharto mengatakan, pihaknya mengapresiasi dinamika yang ada di masyarakat. Menurutnya, semua hal yang berkaitan dengan kebijakan tindakan dan kebijakan di undang-undang semestinya harus berpihak kepada masyarakat.

“Kita terima aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjutinya. Tetapi kita tidak mempunyai kewenangan untuk menggagalkan atau merevisi UU tersebut,” kata Totok usai menerima surat aspirasi dari KRPK.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana aksi KRPK di perempatan lovi Kota Blitar.(foto : fathan)