ADAKITANEWS, Sidoarjo – Setelah sempat diadukan oleh pengurus DPC PDIP Sidoarjo ke Polresta Sidoarjo pada Rabu (18/10) lalu karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian, Heru Dwiantoro Wahyudi, pemilik akun facebook bernama Heru Dwi, warga Desa Pekauman, Kecamatan Sidoarjo meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Heru di depan pengurus DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Tito Pradopo, Wakabid Program Kemasyaratan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Hari Putri Lestari dan pengurus lainnya. “Saya khilaf dan meminta maaf kepada semua masyarakat, khususnya kepada kader dan pengurus PDIP. Saya terlalu asyik mengikuti isu politik di Jakarta,” ujar Heru di kantor DPC PDIP Sidoarjo, Jalan Jati Sidoarjo, Sabtu (21/10).

Selain meminta maaf, dokter spesialis kandungan yang bertugas di RSUD Sidoarjo itu juga bersedia mengaktifkan kembali akun facebooknya yang sebelumnya sudah dinonaktifkan. Akun tersebut akan dibuka kembali dan pakai untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.

“Sebetulnya setelah kasus ini, saya sudah tidak boleh lagi oleh isteri saya untuk bermain facebook. Tapi kalau diminta untuk meminta maaf di akun saya itu, saya akan bersedia melakukannya,” tutur Heru Dwi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Tito Pradopo menyatakan, yang bersangkutan (Heru Dwi-red) sudah mendatangi para pengurus partai yang dipimpinnya. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Heru Dwi juga menulis pernyataan secara tertulis dan isinya tidak akan mengulangi perbuatan dan poin-poin lainnya. Dia menyadari perbuatan yang dilakukan adalah salah,” tandasnya.

Sementara itu Wakabid Program Kemasyaratan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Hari Putri Lestari menambahkan, apa yang dilakukan oleh Heru Dwi tidak ada unsur kesengajaan. Wanita yang akrab disapa Tari itu menduga, Heru melakukan hal itu karena yang bersangkutan tidak mengenal atau tahu apa dan siapa sebenarnya PDIP.

“Karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dengan dikuatkan pernyataan, maka kasus ini tidak dilanjut. Yang bersangkutan sudah mengaku salah dalam bersosmed,” paparnya.

Hari Putri menambahkan, sebagai permintaan maaf yang diinginkan oleh partainya, Heru Dwi tidak hanya diwajibkan meminta maaf secara umum di media seperti media cetak, online dan media elektronik, yang diketahui para pembaca setianya. “Kami juga berharap di akun pribadi facebook Heru Dwi juga dilakukan permintaan maaf. Jadi dari permintaan maaf itu diketahui oleh teman dan lainnya yang diikuti oleh yang bersangkutan. Heru harus mengakui perbuatan yang dilakukan adalah salah, dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan,” harapnya.

Tari menegaskan dalam bermain di dunia sosmed semua pihak harus mengetahui kalau imbasnya sangat luar biasa atau luas, termasuk yang dilakukan oleh Heru Dwi kepada partainya.

“Yang jelas PDIP itu di dalamnya mayoritas orangnya beragama Islam. Jadi sangat tidak benar dan bahkan tidak akan mungkin PDIP menistakan agama. Masak kami menistakan agama sendiri. Itu tidak akan mungkin. Di PDIP juga ada sayap partai yang melibatkan para kiai,” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Heru Dwi sempat dilaporkan ke Satreskrim Polresta Sidoarjo lantaran mengunggah status bernada kebencian, bertulis “Kenapa Gus Iful mau diusung oleh partai penista agama“.(pur)

Keterangan gambar : Heru Dwi (baju putih,red) saat meminta maaf kepada Pengurus PDIP.(foto: mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171021_165502-1024x574.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171021_165502-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,facebook,pdip,sidoarjo,ujaran kebencian
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Setelah sempat diadukan oleh pengurus DPC PDIP Sidoarjo ke Polresta Sidoarjo pada Rabu (18/10) lalu karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian, Heru Dwiantoro Wahyudi, pemilik akun facebook bernama Heru Dwi, warga Desa Pekauman, Kecamatan Sidoarjo meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Heru di depan pengurus DPC...