ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kepala Desa Bungurasih Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Eni Rosada Hartiwi didampingi Sekretarisnya, melapor ke Mapolres Sidoarjo, Rabu (24/08) sore. Laporan itu dilakukan Eni usai didatangi seseorang di kantornya yang mengenakan lencana besar mirip instansi Polri dan mengaku dari Lembaga Pengawas Korupsi (LPK) Jawa Timur, Selasa (23/08). Dengan menunjukkan surat tugas, lelaki tersebut mengaku akan melakukan pendampingan pengelolaan dana desa.

Tidak jelas, dari mana asal lelaki tersebut. Ia datang sendiri ke kantor Desa Bungurasih dengan mengendarai bersepeda motor dan tidak memperkenalkan diri lebih detil. “Dia menunjukkan lencana besar yang dicangklongkan (dikalungkan,red) di lehernya. Bentuk lencananya juga hampir sama seperti lambang Polri,” ungkap Eni.

Meski belum jelas maksud dari lelaki tersebut, kedatangannya cukup membuat resah. Selain memperkenalkan diri sebagai pengawas korupsi, pelaku juga mengaku akan melakukan pendampingan dalam penggunaan dana desa. “Tapi anehnya, saat saya bilang mau berkoordinasi dulu
dengan paguyuban kepala desa se-Kecamatan Waru, orang itu ternyata
melarang. Terus terang, saya waktu itu sudah curiga,” imbuhnya.

Dalam pembicaraannya sekitar 30 menit tersebut, lelaki yang diketahui bernama Sultan Maulana Iphank Ibrahim juga mengaku sudah mendatangi beberapa desa. Diantaranya Desa Kureksari dan Desa Ngingas di Kecamatan Waru, serta Desa Sedati Gede di Kecamatan Sedati. “Setelah dia pergi, saya langsung berkoordinasi dengan Camat Waru,” terangnya.

Laporan yang dilakukan oleh Eni dilakukan usai menggelar rapat di Kantor Kecamatan Waru, Rabu (24/08). Dalam rapat itu, Kades Ngingas mengaku sudah tiga kali didatangi oleh lelaki itu dan sudah menjadi korban pemerasan. Eni berharap polisi segera melakukan tindakan agar tidak ada kades lain di Sidoarjo yang menjadi korban.(kur)

Keterangan gambar: Kades Bungurasih, Eni Rosada Hartiwi menunjukkan surat tugas milik Sultan Maulana.(ist)