width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sebanyak 38 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) se-Jawa Timur, diketahui telah overload atau kelebihan kapasitas. Lapas dan Rutan yang seharusnya berkapasitas maksimal 9.800 orang, saat ini dihuni oleh 18.743 orang dengan dominasi kasus narkoba sebanyak 60 persen.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur, Budi Sulaksana usai menghadiri acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Sidoarjo, Senin (30/05).

Budi mengatakan, seluruh Lapas dan Rutan yang ada di Jawa Timur saat ini telah melebihi kapasitas maksimal. Salah satu faktor yang menjadi penyebab membludaknya penghuni lapas diantaranya adanya pengguna narkoba yang seharusnya bisa dilakukan rehabilitasi namun terpaksa ditahan. “Kalau bisa direhabilitasi, tidak perlu masuk lapas,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Budi juga menyinggung persoalan penyelesaian diversi bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). “Penyelesaian kasus dengan cara dikembalikan kepada orangtua atau diversi. Kalau ditaruh di dalam lapas, bukan malah sembuh, tetapi malah bisa semakin menjadi,” imbuhnya.

Meski demikian, tahun ini pihaknya mengaku akan melakukan penambahan ruang sebanyak 2 blok. Yakni di Lapas Lowokwaru Malang dan Lapas Pemuda Madiun. Namun dikatakan Budi, penambahan tersebut tetap tidak sebanding dengan jumlah tahanan yang masuk. “Kapasitas penambahan sekitar total 500. Masih tidak sebanding,” pungkasnya.(kur)

Keterangan Gambar: Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana.(foto: kurniawan)