ADAKITANEWSIMG_20150401_133950, Kota Kediri – Praktek prostitusi menjadi salah satu kegiatan yang sangat ditentang baik secara Hukum Negara maupun Agama. Kini, yang terjadi di Kota Kediri ada praktek prostitusi dengan kedok panti pijat. Menyikapi hal ini Pemerintah Kota Kediri mulai menindak tegas keberadaan panti pijat tersebut.

“Banyak kita terima laporan dari masyarakat soal panti pijat tersebut, dan ada  indikasi praktek prostitusi ” Ucap Nurkhamid Kepala Seksi Trantib Satpol PP Kota Kediri.

Nurkhamid juga menjelaskan bahwa ada 13 panti pijat di Kota Kediri yang tidak melengkapai syarat perizinan. Oleh karena itu Sapol PP akan menindak tegas panti pijat tersebut dengan melakukan penutupan.

“Selama ini sudah kita peringatkan. Maka, Sesuai instruksi Bapak Wali Kota, kita akan tindak tegas semuanya” Jelasnya

Bukan hanya panti pijat yang tidak berijin yang akan ditutup.Namun, panti pijat yang berijinpun jika disalah gunakan untuk praktek prostitusi maka akan ditutup.

“Semuanya akan kita tutup, Meskipun memiliki ijin tapi digunakan prostitusi ya akan kita tutup juga” Tuturnya

Sementara itu, penyegelan mulai dilakukan hari ini dengan menutup tiga tempat pijat, di antaranya dilakukan terhadap panti pijat yang ada di Jalan Kapten Tendean, panti pijat di Kelurahan Sukorame, serta panti yang ada di Kelurahan Lirboyo.(zay).