Diduga Bocor, Satpol PP Provinsi Razia Penambang Pasir Tulungagung

Razia Galian C Tulungagung@dakitanews Tulungagung – Satuan Polisi Pamong Praja Tulungagung dan Provinsi Jatim menggelar razia terhadap penambang pasir ilegal yang menggunakan mesin diesel pada Selasa (18/11). Razia dilakukan di Desa Banjarsari dan Batokan Kecamatan Ngantru. Petugas hanya mengamankan dua mesin diesel penyedot pasir, sedangkan pemiliknya kabur tidak berhasil diamankan.

Kepala Bidang Penegak Perundang – Undangan Satpol PP Provinsi Jawa Timur Meidy Susanto R mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin yangdilakukan oleh Satpol PP Provinsi. Dalam razia ini melibatkan 100 personil yang meliputi 50 personil dari Satpol PP Kabupaten, 20 satpol PPPprovinsi, 30 personil dari Polri dan TNI.

Tujuan razia ini untuk memberantas penambang pasir yang menggunakan mesin. Sayangnya hasil razia di KabupatenTulungagung di tiga lokasi hanya mengamankan dua mesin diesel yang ditinggal pemiliknya. Sedangkan pemakai mesin itu kabur saat dirazia. “Petugas hanya mengamankan dua mesin penyedot pasir di tiga lokasi,”katanya.

Penggerebekan pertama kali di Desa Banjarsari, namun mesin penyedot ditinggal oleh pemiliknya di lokasi. Petugas langsung melakukan evakuasi menggunakan mesin derek hingga memakan waktu satu jam, karena lokasi sangat sulit untuk dijangkau.
Operasi kemudian dilanjutkan ke lokasi berikutnya.“Di lokasi pertama hanya mengamankan satu mesin diesel, dan dilanjutkan ke lokasi berikutnya,” ungkapnya.

Ketika tiba dilokasi kedua petugas juga tidak bisa menangkap pemilik, hanya mengamankan mesin yang sengaja dilepas pengikatnya sehingga mesin terbawa oleh arus. Namun petugas berhasil menghentikan mesin yang jalan sendiri dan kemudian dievakuasi ke daratan.

Selain mesin diesel, petugas juga mengamankan pipa danselang yang berukuran kurang lebih 80 meter. “Dilokasi berikutnya juga hanya mengamankan mesin diesel yang tak bertuan. Diduga penggerebekan kedua bocor ketika petugas melakukan penggerebekan dilokasi pertama,” jelasnya.

Meidy menambahkan, jika penambangan pasir yang menggunakan mesin penyedot dengan jangka lama sangatlah berdampak pada gangguan keseimbangan lingkungan serta warga yang berada disekitar.

Jika penambangan pasir secara manual itu dilegalkan, akan tetapi jika menggunakan mesin tidak diperbolehkan. Seperti yang diatur dalam Perda Provinsi Jatim no 1 tahun 2005 terkait penambangan galian golongan C.(Bram/Jati)

Keterangan Gambar : Operasi galian C bocor, Satpol PP amankan alat sedot pasir

Recommended For You