width=

img-20161102-wa0052ADAKITANEWS, Ngawi – Ratusan siswa SMKN 1 Paron, Ngawi, melakukan aksi demo dihalaman sekolahnya, Rabu (2/11) mulai sekitar pukul 10.00 Wib. Mereka menuntut kepada salah satu oknum guru SW untuk mundur dan bertanggung jawab atas perbuatanya.

Ratusan siswa dengan membawa poster bertuliskan ‘Jangan Lindungi Moster, Musnahkan Predator dan Kami Korban Pelecehan’. Mereka juga berteriak-teriak menuntut oknum guru berinisial SW segera mundur dan hengkang dari sekolahnya karena diduga berbuat tindakan asusila Terhadap salah satu siswi.

“Dia harus mundur dan diproses secara hukum,” teriak sejumlah siswa-siswi. Menurut para siswa sendiri, aksi dugaan cabul SW dilakukan terhadap Mawar kelas XI jurusan Perhotelan SMKN 1 Paron. “Kalau bisa kasus seperti itu jangan terjadi disekolah sini dan tuntutan teman-teman semua untuk,” ujar Putut Bayu salah satu pelajar lainnya.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, perbuatan cabul diduga dilakukan oleh SW guru Bahasa Inggris, saat Mawar tengah mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di Hotel Sunan Solo beberapa waktu lalu. Aksi demo ratusan siswa tersebut dilakukan secara spontan sebagai dukungan moral terhadap Mawar.

Terkait kasus ini JH Budi Kepala SMKN 1 Paron saat dikonfirmasi wartawan mengatakan belum tahu maksud dan tujuan atas aksi demo para siswanya. Meskipun, aksi demo dilakukan secara langsung dihalaman sekolah saat jam pelajaran berlangsung.

“Kami belum tahu dan belum jelas apa masalahnya seperti disampaikan kepada polisi. Jika ada guru melanggar, kami beri sanksi tapi sejauh ini masih dipelajari apa itu masalahnya. Kami klarifikasi kepada bersangkutan dan Mawar,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak diinginkan semua siswa-siswi dipulangkan lebih awal setelah aksi demo berlangsung. Namun pihak sekolah hanya mengatakan jika para siswa-siswi dipulangkan awal, bukan kaitanya demo melainkan ada rapat guru disekolahnya.(Uk)

 

Keterangan Gambar : Inilah aksi demo dilakukan ratusan pelajar SMKN 1 Paron, Kabupaten Ngawi, atas dugaan pencabulan seorang guru menimpa siswi. (Foto: Agus B)