2016-01-20_21.12.11ADAKITANEWS Jombang – Warga Dusun Karangasem, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, dibuat resah dengan keberadaan tambang galian C yang berada tidak jauh dari pemukiman penduduk desa setempat.  Bahkan, warga mengaku kesulitan menutup aktivitas pertambangan tersebut.

Salah satu warga, Sucipto, mengaku bahwa dia dan warga lainya sudah kerap beramai-ramai menutup aktivitas pengerukan besar-besaran itu. Namun selalu gagal. Bahkan, aparat terkesan membela pemilik tambang saat warga berusaha menutup lokasi.

“Penutupan sudah dilakukan, blokade-blokade itu sudah tiga atau empat kali, yang terakhir ini penutupan itu kemarin sudah berjalan hampir satu tahun tapi ternyata dibuka kembali. Yang buka dari pihak galian dan Kasun Karangasem, Mulani,” kata Sucipto, Rabu (20/01).

Sejak siang tadi, unjuk rasa warga menolak keberadaan tambang ilegal terus berlangsung. Negosiasi antara warga, pemilik tambang, aparat desa serta Polisi nampak berlangsung alot. Bahkan, sempat terjadi kericuhan saat warga hendak berusaha kembali menutup lokasi tambang. Sebab, warga yang ingin masuk lokasi tambang dihadang oleh Polisi yang jumlahnya hampir seimbang dengan jumlah warga.

Menurut Sucipto, keberadaan aktivitas pengerukan tanah di Dusun Karangasem itu sendiri sudah ada sejak tahun 2009 silam.  Sejak saat itu, warga menjadi korban dampak buruk dari aktivitas tambang. Selain jalan rusak,  lokasi bekas galian juga kerap memakan korban jiwa. “Sampai sekarang tercatat sekitar dua orang meninggal dunia tercebur ke dalam kubangan bekas galian ini,” ujar Sucipto

Warga berharap pemerintah dan aparat menutup aktivitas pertambangan yang dinilai membahayakan mereka. Pasalnya, rawan terjadi bencana longsor di lokasi bekas penggalian. “Kami hanya minta Pemerintah dan Aparat segera menutup aktifitas pertambangan ini,” pungkas Sucipto.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Warga Dusun Karangasem Desa Karangdagangan, Bandar Kedungmuyo, Jombang terlibat aksi dorong dengan aparat saat hendak membuka portal lokasi galian C didesanya.