IMG_20141026_132602_1IMG_20141026_132331_1IMG_20141026_132107IMG_20141026_132351_1
@dakitanews Kediri – Sedikitnya 265 batang pohon yang berada di areal Perusahaan daerah perkebunan (PDP) Margo Mulyo di Dusun Simbar Lor, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, raib ditebang. Rumor yang berkembang, pohon-pohon tersebut ditebang secara liar oleh oknum perangkat desa setempat. Tindakan dari aparat kepolisian pun hingga kini juga belum tampak hasilnya, padahal, penebangan itu sudah berlangsung sejak bulan April lalu.

Kawasan hutan itu masuk wilayah tanah Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Daerah (PDP) Margomulyo yang merupakan perusahaan perkebunan milik pemerintah daerah Kabupaten Kediri. Wilayah penebangan liar terjadi di blok E dan F, yang sebelumnya berisi ratusan jenis pohon yang usianya ratusan tahun.

Hasil investigasi lapangan yang dilakukan adakitanews.com, terdapat sedikitnya 20 batang pohon trembesi berukuran middle (garis tengah kayu – red) lebih dari 2 meter ditebang di kawasan itu. Sebagian batang kayu gelondongan, masih terdapat dilokasi penebangan.

Jenis pohon lainnya yang juga ikut ditebang adalah pohon mahoni ytang jumlahnya mencapai 25 batang. Pohon-pohon itu hanya tinggal pangkalnya saja, sementara batang dan ranting pohon sudah tidak ada di lokasi. Diperkirakan, jumlah pohon-pohon itu mencapai puluhan truk, mengingat, panjang diameter pangkal batang yang berukuran rata-rata lebih dari 50 centimeter.

Sementara jenis pohon lain yang ikut ditebang adalah pohon mete, apukat, johar dan jati yang merupakan tanaman Gerhan ,program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) tahun 2004 dan 2005. Proyek tersebut didanai oleh APBN melalui Departemen Kehutanan.

“Kayu yang ditebang sebanya 265 batang, dilihat saja di lokasi, masih ada pangkalnya,” ungkap Min Yadi, salah seorang warga Desa Plosokidul saat dikonfirmasi.

Min Yadi mengatakan, penebangan itu dilakukan oleh oknum lembaga desa dan kepala desa setempat. Namun Min Yadi mengaku tidak mengetahui untuk apa pohon-pohon yang berusia ratusan tahun tersebut ditebang.

Min Yadi menuturkan, proses penebangan kayu tersebut dianggap ilegal, terbukti, pihak kepolisian pernah menangkap dan melakukan penyitaan sebagian batang kayu hasil penebangan.

“Saya pernah diminta oleh pihak kepolisian untuk mengangkut sebanyak 220 batang kayu hasil penebangan di lokasi tersebut untuk dibawa ke Pospol Ngasem sebagai barang bukti,” lanjutnya.

Namun menurut Min Yadi, proses hukum kasus penebangan kasus ini belum jelas ujung pangkalnya. Sebab menurut Min Yadi, hingga saat ini belum satupun oknum yang terlibat dalam penebangan kayu itu ditahan.

Sementara, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Nandu Dianata mengaku pihaknya telah menahan sejumlah batang kayu hasil liar yang ada dilokasi Dusun Simbar Lor. Namun hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari pihak-pihak yang memiliki kayu. Sehingga proses hukum terkait kasus belum bisa dilajutkan.

“Kami telah mengamankan sejumlah batang kayu dari proses penebangan yang diduga liar. Barang bukti tersebut sebagian kita amankan di sub sektor Nangasem, dan sebagian kita biarkan di lokasi hingga ada pihak yang melapokan kejadian tersebut,” jelasnya.

Namun sayangnya, pihak PDP Margomulyo, dan kepala Desa Plosokidul hingga berita ini diunggah belum dapat dikonfirmasi. Saat sejumlah wartawan mendatangi kantor PDP Margo Mulyo, Direktur Utama PDP Margo Mulyo, Masrukan, tidak berada ditempat. Demikian juga dengan Kepala Desa Ploskidul, Irwan Hidayat, yang juga tidak berada dikantornya saat hendak dikonfirmasi. (ys)

Keterangan Gambar : Kondisi hutan dengan kayu yang masih di lokasi penebangan