2016-05-23_17.57.01ADAKITANEWS, Kota Kediri – Mendapat vonis pidana secara akumulatif dari dua Pengadilan Negeri (PN), terpidana kasus persetubuhan anak dibawah umur, Soni Sandra resmi mengajukan banding. Akta banding dilayangkan penasehat hukum terpidana ke PN Kota dan Kabupaten Kediri pada Kamis, (26/05).

Sudiman Sidabukke, ketua tim penasehat hukum Soni Sandra mengatakan, pihaknya mengajukan banding atas vonis tersebut dengan alasan proses beracara atas kasus yang menimpa kliennya tidak tepat. Pasalnya, proses hukum harus dijalani kliennya di dua pengadilan, padahal kasus hukum yang dilakukan terpidana hanya satu, yakni persetubuhan anak.

Ia menjelaskan, sesuai dengan aturan hukum, tindak pidana yang dilakukan Soni Sandra seharusnya hanya dijadikan satu sebagaimana pasal 65 KUHP. “Saya melihat apa yang terjadi di Pengadilan Negri Kota dan Kabupaten Kediri ini jorjoran, yang satu memutus 9 tahun di Pengadilan Negeri Kabupaten 10 tahun. Padahal majelis hakim mengatakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan klien kami merupakan satu rangkaian. Sesuai aturan hukum acara yang ada apabila ada perbuatan yang seperti ini (serangkaian tindak pidana -red) maka vonis yang dijatuhkan adalah pidana maksimal ditambah sepertiga,” ujarnya.

Dengan akumulasi vonis hukuman yang diterima kliennya, yakni 19 tahun penjara menurut Sudiman sudah menyalahi aturan undang – undang. “Secara undang-undang, pidana maksimal pecabulan anak hanya 15 tahun, kalau digabung vonis Pengadilan Negeri Kota dan Kabupaten menjadi 19 tahun, mana ada hukuman melebihi undang-undang,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Soni Sandra divonis majelis hakim PN Kota Kediri dengan hukuman 9 tahun penjara serta denda Rp 250 juta atau 4 bulan kurungan. Sementara di PN Kabupaten Kediri Soni Sandra divonis 10 tahun penjara dan denda 300 juta atau kurungan 5 bulan penjara. Sehingga total hukuman yang dijalani Sony Sandra 19 tahun penjara ditambah 9 bulan kurungan atau membayar denda sebesar Rp 550 juta. (Blot).

Keterangan Gambar : Soni Sandra saat hendak menjalani sidag pembacaan vonis putusanmajelis hakim di PN Kabupaten Kediri.