Digaruk, Anak Punk Lulusan Madrasah Tidak Bisa Syahadat

839

ADAKITANEWS, NGAWI – Puluhan petugas Polres Ngawi, Senin (07/03) menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat) dengan sasaran anak jalanan, atau yang sering disebut anak punk. Setidaknya ada 5 anak punk yang berhasil digaruk. Saat diinterogasi petugas dan diminta mengucapkan kalimat syahadat, beberapa anak punk mengaku lupa. Padahal mereka mengaku lulusan madrasah.

Komunitas anak punk selama ini memang dianggap mengganggu suasana dan situasi ketertiban masyarakat. Keberadaan komunitas yang identik dengan rambut gondrong, celana pensil dan beberapa bagian wajah ditindik mulai dianggap meresahkan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, petugas Polres Ngawi langsung melakukan penertiban dengan menggaruk anak punk sengaja nongkrong di beberapa lokasi dalam kota.

Operasi yang melibat puluhan petugas ini berhasil mengamankan 5 anak punk yang berada di sekitar simpang empat Jalan Siliwangi Ngawi. Di hadapan petugas, rata-rata anak punk tersebut mengaku sudah lebih dari setahun hidup di jalanan dan sudah lupa mengucapkan kalimat syahadat. “Saya sudah lupa, soalnya lama di jalan. Meskipun, agama saya Islam dan lulusan madrasah, saya sudah lupa. Kalimat lain sajalah pak,” ujar Agus (bukan nama sebenarnya,red), anak pung asal Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah saat ditanya dan diminta petugas melafalkan syahadat.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Ngawi, AKP Slamet Suyanto mengatakan operasi sengaja dilakukan lantaran banyaknya informasi dari masyarakat yang merasa terganggu akibat ulah anak punk. “Mereka yang berhasil tertangkap dan digiring ke Mapolres ada 5 anak punk. Mereka akan didata dan membuat pernyataan,” jelas AKP Slamet Suyanto.

Dijelaskan, meski hanya sekedar didata dan diminta membuat surat pernyataan, apabila ada laporan masyarakat terkait tindak kriminal dari komunitas anak punk, pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan hukum. “Untuk mereka yang terjaring hari ini tetap diproses dan diberikan pengarahan agar mereka bisa kembali ke masyarakat dan tidak di jalanan lagi. Setelah didata, nantinya anak-anak ini dipersilahkan pulang ke daerahnya masing-masing,” ujarnya lagi.(Uk)

Keterangan gambar: Didata petugas – Petugas Sabhara Polres Ngawi tengah mendata 5 anak Punk selama ini berkeliaran di Kabupaten Ngawi, mereka ditangkap karena laporan masyarakat dianggap meresahkan. Setelah didata, mereka diminta pulang ke daerah asal. (Foto: Agoes Basoeki)