ADAKITANEWS, Tulungagung –Tepat pukul 02.26 WIB pada Sabtu (16/12), BMKG secara resmi telah mencabut bahaya potensi tsunami. Hal ini menyusul setelah sebelumnya terjadi gempa bumi 7,3 SR di wilayah Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB.

Dicabutnya bahaya potensi tsunami oleh BMKG juga diterima di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tulungagung melalui layar monitor early warning system.

“Setelah ada kabar dicabutnya potensi tsunami di pesisir selatan Jawa, pihak BPBD langsung meneruskan kepada warga yang bermukim di sekitar pantai yang juga melakukan ronda setelah gempa,” kata Andi Dwi Laksono, petugas Pusdalops BPBD Tulungagung, Sabtu (16/12).

Lanjut Andi, setelah diturunkannya potensi tsunami tersebut BPBD Tulungagung mengimbau kepada warga agar kembali tenang dan melakukan aktivitas seperti sediakala. Meski demikian, BPBD tetap akan memonitor, jika terdapat gempa susulan sehingga warga diharapkan tetap waspada dan siaga.

Diketahui di Kabupaten Tulungagung terdapat pemukiman warga yang berada di pesisir selatan yakni Pantai Sidem, Pantai Popoh, Pantai Klatak, di Kecamatan Besuki. Lalu Pantai Sine , Kecamatan Kalidawir , dan Pantai Brumbun di Kecamatan Tanggunggunung, serta Pantai Dlodo yang terletak di kecamatan Pucanglaban.(ta1)

Keterangan gambar : Situasi Pusdalops BPBD Kabupaten Tulungagung.(ist)