ADAKITANEWS2015-09-30_16.35.58, Jombang – Sekitar dua ribu lebih pengemudi becak bermesin di Jombang, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) setempat, Rabu (30/09). Aksi  masa itu merupakan buntut dari pelarangan beroperasinya becak bermesin diesel (bedes) dan motor (bentor) di kawasan Jombang.

Mereka meminta kepada para wakil rakyat dan Pemerintah setempat agar segera melegalkan kembali becak diesel beroperasi dan bebas mencari penumpang di seluruh wilayah di Jombang. Pasalnya, Bedes merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka sehari-hari.

Koordinator unjuk rasa, Joko Fattah Rochim, beralasan, sejauh ini pemerintah setempat tidak memiliki aturan mendasar terkait larangan beroperasinya becak diesel. Dia bahkan mencontohkan sejumlah alat transportasi lain yang juga tidak memiliki uji kelayakan atau kir namun diperbolehkan beroperasi, seperti motor roda tiga.

“Ini kalau nggak salah jumlahnya ada dua ribu lebih, selama ini kita bicara keselamatan nggak ada kecelakaan istilahnya. Yang dirakit seperti tosa dilarang nggak ada, Tosa itu kan nggak ada uji kirnya, dimuati beras, terus ngomong masalah uji mutu kelayakan segala macam, MPUpun menyalahi aturan”, kata Joko Fattah.

Namun demikian, para abang becak memastikan akan tetap menaati peraturan terkait larangan beroperasi di kawasan tertentu dan penggunaan rambu-rambu, yakni di jalur tengah  kota, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Gus Dur dan Jalan Ahmad Yani kota Jombang.

Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten Jombang mengabulkan apa yang menjadi keinginan rakyat kecil itu. Koordinator Aksi, Joko Fattah, menambahkan, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi para pendemo mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Unjuk rasa ribuan abang becak di depan gedung DPRD Jombang.