width=

IMG-20160610-WA0006ADAKITANEWS, Kota Kediri РPihak Dinas Pendidikan Kota Kediri menyatakan mengambil alih proses penilaian calon peserta didik baru di SMA Negeri 1 dan 2 Kota Kediri. Langkah itu, diambil ditengah kontroversi  sistem penerimaan siswa baru secara mandiri.

Hal tersebut ditegaskan  oleh pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri saat jumpa pers di kantor Disdik yang berlokasi di Jl. Mayor Bhismo No. 10-12 pada pukul 17.00 Wib dengan para awak media di aula setempat.

“Penilaian tes akademik secara mandiri di SMA Negeri 1 dan 2 Kota Kediri akan diambil alih sama pihak Disdik,” ungkap Siswanto Kepala Dinas Pendidikan di depan para awak media, Jum’at(10/07).

Ia menambahkan, pengambilalihan penilaian hasil tes akademik kedua SMA Negeri tersebut oleh pihak Disdik bertujuan untuk mengukur kemampuan serta kelayakan para calon peserta didik baru saat bersaing memperebutkan prestasi di sekolah favorit. Pihaknya berharap, ketatnya seleksi oleh pihak Disdik mampu menghasilkan siswa-siswi unggulan.

“Kita akan ambil para peserta didik baru yang memiliki prestasi dalam segala bidang,”jelasnya.

Sementara, Rojab Kepala SMA Negeri 1 dan Tohir Azis kepala SMA Negeri 2 Kota Kediri yang menerapkan sistem tes akademik secara mandiri disekolahnya menjelaskan, tidak mempermasalahkan pengambil alihan proses penilaian calon peserta didiknya oleh pihak Disdik. Kedua kepala sekolah favorit di Kota Kediri tersebut berharap, panjangnya proses seleksi dan ketatnya seleksi akan melahirkan siswa-siswi pilihan yang akan membawa nama baik Kota Kediri.

“Kalau bibit unggul (peserta didik baru-red) berkwalitas, semua perlombaan dan olimpiade akan kita juarai,” harap Tohir Azis saat berbincang-bincang dengan adakitanews.com.(blot)

Keterangan Gambar: Dari kiri ke kanan, Cevy Ning Suyudi Kasubag Penyusunan Program, Siswanto Kadisdik, Titik Susilowati Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri saat menggelar jumpa pers dengan awak media.(foto: Iwan Fahmi)