ADAKITANEWS, Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melarang warga Kecamatan Puncu khususnya Desa Manggis untuk meminum air sumur maupun menggunakannya. Pasalnya air sumur di Desa tersebut keruh dan berbui, Sabtu (29/04).

Kejadian amblesnya sumur di kawasan tersebut menjadi salah satu penyebab air tidak bisa digunakan. Pihak Dinkes Kabupaten Kediri mengaku juga sudah mengambil sempel air di sumur ambles yang berada di Desa Manggis, Kabupaten Kediri.

Sampel air akan dibawa ke laboratorium untuk mengetahui kandungan di dalamnya. “Uji air dari sumur ini dilakukan untuk mengetahui kandungan apa saja yang berada di dalamnya,” cakap Nurul Puspa Irawati, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Kediri.

Pengambilan sempal air di sumur yang mengalami ambles dilakukan pada beberapa sumur yang tersebar di tiga Dusun yaitu, Dusun Dorok, Jambean dan Nanas di Desa Mangggis Kecamatan Puncu. Sambil menunggu hasil uji sampel, Dinkes melarang warga mengkonsumsi air dari sumur ambles. “Sebab, dikhawatirkan mengandung zat berbahaya. Selain itu, kini warna air berubah menjadi kecoklatan dan bercampur dengan buih,” imbuhnya.

Sementara itu diketahui, jumlah sumur ambles hingga kini juga semakin bertambah. Berdasarkan jumlah yang di data perangkat desa setempat ada sekitar 88 sumur. “Yang penting warga agar tetap waspada, selain itu saya juga terus berkoordinasi dengan PT Gudang Garam Tbk agar dapat membantu suplai air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga,” ujar Danramil Puncu, Kapten (Inf) M Walifatma.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com dilapangan saat ini ada 2 unit mobil Pemadam Kebakaran milik PT Gudang Garam Tbk, yang sudah dikerahkan untuk mensuplai kebutuhan air bersih warga Desa Manggis. Pasalnya kata Kapten (Inf) M Walifatma, air bersih jangan sampai telat untuk warga lantaran itu bisa mengganggu kesehatan.(udn)

Keterangan gambar : Unit Pemadam Kebakaran PT Gudang Garam Tbk, suplai kebutuhan air bersih warga.(foto:fasihhuddin kholili)