ADAKITANEWSIMG_20150415_192130, Kota Kediri – Ada ketidak seriusan dari pemerintah Kota Kediri terkait penyandang Disabilitas. Pasalnya, salah satu keluarga penyandang Disabilitas belum pernah mendapatkan bantuan dari Dinsosnaker Kota Kediri.

“Kami belum pernah mendapat bantuan apapun mas, cuma kemari saja dapat 300 karena kenaikan BBM itu” tutur Kasiani keluarga penyandang Disabilitas di Kota Kediri.

Kasiani yang menyambung hidup keluarganya dengan membuka bengkel tambal ban di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri mengeluhkan kenapa yang mendapat bantuan justru para pensiunan dari pabrik Gudang Garam.

“Kenapa kok malah pensiunan pabrik rokok yang dapet bantuan dari Dinas” keluhnya

Dilain pihak Dinsosnaker Kota Kediri melalui Kepala Bidang Sosial Puguh Rahayu Pertiwi mengatakan sudah memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas dalam bentuk barang.

“bantuan yang di berikan mulai bulan Februari kepada penyandang disabilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, dan motor modif”jelasnya.

Terkait hak penyandang Disabilitas sebenarnya sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention On The Rights Of Persons With Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas).

Di poin ke empat tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas dalam Undang – Undang tersebut menyatakan bahwa penyandang disabilitas harus bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan martabat manusia, bebas dari eksploitasi, kekerasan dan perlakuan semena-mena, serta memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan atas integritas mental dan fisiknya berdasarkan kesamaan dengan orang lain. Termasuk didalamnya hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka kemandirian, serta dalam keadaan darurat.(blot/zay).

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Sosial Puguh Rahayu Pertiwi Dinsosnaker Kota Kediri