ADAKITANEWS, Sidoarjo – Usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo tahun 2017 yang sempat disampaikan oleh perwakilan buruh sebesar Rp 4,078 juta dinilai masih terlalu tinggi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) pemkab setempat.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Dinsosnakertrans Sidoarjo, HM Husni Thamrin mengatakan, usulan kenaikan UMK yang disampaikan rekan-rekan buruh melalui Ketua Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo, Sukarji sebesar Rp 4,078 juta masih dinilai terlalu tinggi. Mesko demikian, Husni mengaku akan tetap menghargai usulan tersebut. “Kita menghargai saja. Namanya juga usulan. Kalau sebesar itu, ya saya rasa masih terlalu tinggi,” katanya, Jumat (04/11).

Husni berharap seluruh pihak bersama-sama menentukan besaran UMK berdasarkan berbagai kajian di lapangan. “Jadi mari kita berpikir agar semuanya bisa berjalan seiring dan seirama. Dan tidak ada yang dirugikan,” imbuhnya.

Dijelaskan Husni, saat ini proses usulan UMK tahun 2017 yang nantinya bakal disampaikan ke Gubernur masih dalam tahap pembahasan. Dinsosnakertrans mengaku juga masih akan menunggu hasil survey di lapangan, yang kemudian akan dikoordinasikan serta dilaporkan kepada Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah. “Saat ini masih dalam proses pembahasan. Kita tunggu saja,” ujarnya, Jumat (04/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo, Sukarji sempat menyatakan bahwa rekan-rekan buruh mengusulkan UMK untuk tahun 2017 yakni sebesar Rp 4,078 juta.(kur)

Keterangan gambar: Demo buruh di Sidoarjo.(dok. Adakitanews.com)