ADAKITA@dakitanews Kediri – Setelah dipasung selama 16 tahun, Ihda Ahmad, asal Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dibebaskan petugas Puskesmas bersama para aktivis peduli kesehatan jiwa. Selain Ihda, 9 penderita gangguan jiwa lainya juga turut di baskan.

Para penderita gangguan jiwa itu, kemudian di tampung di Lingkungan Pondok Sosial (Lionsos), sebelum akhirnya diobatkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang. Kesepuluh penderita gangguan jiwa itu berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Kras dan Kecamatan Mojo.

Dari Kecamatan Mojo, terdapat 4 penderita gangguan jiwa, sementara dari Kecamatan Kras terdapat 6 penderita ganguan jiwa yang di bebaskan. Para penderita gangguan jiwa asal Kecamatan Mojo itu, yaitu, Ernawati, asal Desa Tambibendo, Matoha dan Riyanto asal Desa Keniten, serta Renitania asal Desa Mojo.

Dari kecamatan Kras, para penderita gangguan jiwa yang di bebaskan antara lain Siswanto asal Desa Jabang, Slamet asal Desa Bleber, Erma dan Ihda Ahmad asal Desa Purwodadi, Senen, asal Desa Nyawangan dan Supriyono, asal Desa Bendosari. Pada umumnya, penderita ganguan jiwa tersebut terpaksa dipasung oleh pihak keluarganya karena mengamuk dan membahayakan keselamatan orang lain.

Seperti halnya Ihda Ahmad, terpaksa pihak keluarganya memasung dirinya selama 16 tahun di dapur rumah. Ihda diikat kakinya dengan rantai dan di tali pada sebuah patok kayu. Sebab Ihda kerapkali melwmpari batu tetangganya dan mwnganiaya orang tuanya.

“Sudah 16 tahun kami pasung, sebab kalau dilepas sering mengamuk, melwmpari batu tetangga. Sering juga saat mwngamuk mwnganiaya keluarga,” ungkap Siti Latifah, ibu kandung Ihda saat dikonfirmasi adakitanews.com.

Pihak keluarga sudah brupaya mengobatkan ke rumah sakit umum hingga pada pengobatan alternatif. Namun Ihda tidak kunjung sembuh. “Sudah kami obatkan kemana-mana, baik ke rumah sakit sampai ke pengobatan alternatif. Kami sudah habis biaya banyak, tapi tidak sembuh,” jelas Marmusati, adik Ihda.

Sementara, menurut pihak Puskesmas maupun para aktivis peduli kesehatan jiwa mengatakan, pembebasan para penderita ganguan jiwa dalam rangka mewujudkan program Nasional Bebas Pasung 2015 mendatang. Menurut petugas kesehatan, para penderita ganguan jiwa itu sudah mendapatkan pengobatan, namun tidak kunjung sembuh. Hingga akhinya pihak berencana mengirim merwka ke RSJ untuk mendapatkan pengobatan secara intensif.

“Pembebasan para penderita ganguan jiwa yang dipasung ini dalam rangka mewujudkan program Nasional bebas pasung nasional. Kita kirim mereka ke RSJ agar mwndapatkan pengobatan secara intensif, sebab sudah kita obati perkembanganya belum maksimal,” ujar Suparmiati, petugas Puskesmas Kras. (Kuman).

Tags: