BB Narkoba-1

ADAKITANEWS, Madiun – Meski pernah dipenjara selama 5,5 tahun tidak membuat Roky,26, kapok untuk tidak kembali tergoda narkoba. Setelah sebelumnya ditahan gara-gara mengkonsumsi ganja, seniman tatto asal Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, kembali diringkus atas dugaan mengkonsumsi sabu, belum lama ini.

Bapak dua anak ini hampir sekujur tubuhnya penuh tatto itu ditangkap jajaran Sat Narkoba Polres Madiun, Selasa (16/6) lalu. Ia ditangkap sekitar 20.15 di tepian Jalan Dusun Maron, Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. “Dia dulu memang pernah dipenjara gara-gara ganja dan bebas 2011 silam,” jelas KBO Reskoba Polres Madiun Iptu Gaguk Hariyanto, Jum’at (19/6).

Sulitnya Roky membebaskan diri dari jerat narkoba akibat faktor pergaulan sehari-hari. Sebab ia mengaku mengenal dan mendapatkan bubuk haram itu dari rekan-rekannya. “Saya diberi teman dan sudah sering (mengkonsumsi). Hanya dipakai sendiri tidak untuk dijual lagi, sekadar untuk nambah stamina saja,”  ujarnya.

Tersangka sabu lainnya, Listina,47, asal Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Dia diamankan di rumah kontrakannya di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, belum lama ini. Bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil rental itu juga berdalih nyabu untuk menambah stamina.

“Kerja saya memang tidak pasti setiap hari. Tapi, sekali kerja itu bisa berangkat pagi pulangnya keesokan pagi lagi. Makanya, saya butuh tambahan stamina biar kuat. Saya mendapatkan barang haram itu dari seorang pengedar yang kerap melangsungkan transaksi di wilayah Kota Madiun. Dalam sekali transaksi, biasanya hanya merogoh kocek Rp 200 – 300 ribu untuk jenis paket hemat,” ujarnya lagi.

Ia mengaku dapatkan sabu dari Edi, tapi siapa dia dan dimana rumahnya saya sendiri tidak tahu. Biasanya saya janjian ketemu dia untuk ngasih uangnya, setelah itu barangnya baru ditaruh di suatu tempat. “Terkadang di sekitaran Carrefour atau Dumilah Park,” jelasnya lagi.

Iptu Gaguk Hariyanto menegaskan penangkapan kedua tersangka pengguna narkoba jenis sabu-sabu ini dilakukan di pinggir jalan usai masing-masing melakukan transaksi. Tersangka Roky yang sudah pernah tertangkap sebelumnya, diamankan beserta bubuk kristal putih seberat 0,32 gram, bungkus bekas rokok dan satu buah handphone.

Sedangkan tersangka Listina ditangkap dengan bubuk kristal putih seberat 0,46 gram, empat buah sedotan plastik, satu buah pipet kaca, satu unit handphone dan uang tunai Rp 50 ribu. “Apapun dalihnya, mengkonsumsi narkoba tidak dapat dibenarkan, karena itu bisa mengganggu kesadaran, perilaku dan mental. Jadi lambat laun bisa merusak saraf pemakainya,” tandasnya.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal dua puluh tahun penjara. “Dari penyidikan diketahui, tersangka Roky sejauh ini memang hanya menyimpan dan menguasai sabu. Sedangkan tersangka Listina selain memiliki dan menguasai juga mengedarkannya,” jelasnya. (UK)

Keterangan Gambar : Barang bukti sabu dari dua tersangka pemakai dan pengedar ditangkap petugas Sat Reskoba Polres Madiun.