ADAKITANEWS, Kediri – Karno, 59, petani cabai asal Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri yang memiliki 2.346 meter persegi lahan cabai rawit terancam mengalami kerugian besar.

Cabai rawit yang beberapa bulan ini harganya melambung tinggi, memotivasi Karno untuk dapat untung banyak. Ia pun menanami sawahnya dengan cabai sebanyak-banyaknya. Namun ia harus menelan kekecewaan lantaran tanaman cabainya banyak yang membusuk sebelum dipanen, aibat terkena hama dan juga cuaca yang tidak menentu.

Karno saat ditemui Tim Adakitanews.com pada Senin (13/03) siang mengaku, sangat kecewa lantaran keuntungan cabai yang ia gadang-gadang untuk biaya kuliah anaknya terpaksa gagal. “Karena harga cabai rawit lagi melambung, atas dasar itu saya mengharapkan untung yang banyak dan juga dapat membantu menopang biaya kuliah anak,” ujarnya singkat.

Usaha yang dilakukan oleh Karno untuk menyelamatkan sisa cabai rawit yang tidak busuk saat ini hanyalah dengan cara menyemprotkan obat pembasmi serangga. “Selain itu juga tinggal berdoa agar kondisi cuaca saat ini tetap stabil agar tumbuhan cabai rawit yang saya tanam jangan sampai merambah penyakit ataupun hama yang mengakibatkan cabai jadi busuk” tambah.(kdr4)

Keterangan gambar : Sawah Karno yang ditanami cabai rawit.(foto:fasihhuddin kholili)