ADAKITANEWS, Kota Blitar – Pasca diberlakukannya tarif baru parkir sejak 1 November 2017 lalu, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar gencar melakukan operasi juru parkir untuk memantau penerapannya. Hasil operasi, petugas masih mendapati jukir tidak menggunakan karcis baru dan enggan menaikkan tarif parkir.

Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan, operasi jukir dilakukan siang dan malam. Petugas menyisir sejumlah titik parkir di pinggir jalan yang berada di tengah kota. Hasilnya, petugas masih menemukan jukir yang tidak membawa karcis baru. Untuk sementara petugas menegur jukir yang tidak membawa karcis baru.

“Kalau ada jukir resmi yang masih tidak membawa karcis baru untuk sementara kami peringatkan. Selama dua pekan ini, pasca kenaikkan tarif, kami melakukan tindakan persuasif ke jukir,” kata Priyo Suhartono, Senin (06/11).

Lebih lanjut Priyo menjelaskan, petugas juga masih menemukan jukir liar saat menggelar operasi. Para jukir liar itu tidak berseragam dan tidak membawa karcis resmi dari Dishub. Petugas langsung mengusir jukir liar dari lokasi. Menurut Priyo, keberadaan para jukir liar itu timbul tenggelam.

” Saat di razia para jukir liar itu hilang dan kembali beropersi ketika petugas sudah pergi. Mereka biasa beroperasi pada malam hari,” tandasnya.

Selain itu, saat menggelar razia petugas menemukan jukir liar yang mencetak karcis parkir sendiri. Karcis parkir itu berbunyi penitipan dan tarifnya Rp 3.000 untuk sepeda motor. Petugas Dishub menyita karcis palsu dari jukir liar.

“Jukir nakal yang mencetak karcis sendiri itu kami temukan di Alun-alun,” ujar Priyo.

Priyo mengaku, kewalahan menertibkan para jukir liar. Untuk itu, pihaknya meminta peran aktif masyarakat ikut memerangi jukir liar dan jukir nakal. Dishub menyerukan ke masyarakat gerakan tidak membayar uang parkir kalau tidak diberi karcis.

“Kami tidak bisa mengawasi jukir 24 jam. Maka itu kami minta masyarakat membantu Dishub memarangi jukir liar dan jukir nakal. Caranya, menolak membayar uang parkir kalau tidak diberi karcis,” terang Priyo.

Priyo menuturkan, dishub sudah menyebar ribuan stiker ke masyarakat, untuk mengajak masyarakat agar menolak membayar uang parkir saat tidak diberi karcis oleh jukir. Masyarakat tinggal menunjukkan stiker itu ke jukir ketika tidak diberi karcis. Masyarakat bisa menikmati parkir gratis kalau jukir tidak memberikan karcis resmi.

“Kami ajak masyarakat untuk ikut memerangi jukir liar dan jukir nakal. Segera adukan ke kami kalau ada jukir nakal. Kami juga sudah memasang papan pengumuman tarif parkir baru di sejumlah titik,” ujarnya.

Untuk diketahui, kenaikkan tarif retribusi parkir di Kota Blitar resmi diberlakukan mulai 1 November 2017. Sesuai Perda nomor 7 Tahun 2017 sebagai pengganti Perda nomor 8 Tahun 2011 tentang Retribus Jasa Umum, menyebutkan tarif retribusi parkir untuk sepeda motor yang semula Rp 1.000 naik menjadi Rp 2.000.

Sedangkan tarif retribusi parkir untuk kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp 2.000 naik menjadi Rp 3.000. Untuk tarif retribusi parkir truk dan sejenisnya ditetapkan Rp 5.000. Selain itu, ada perubahan bentuk karcis baru untuk retribusi parkir. Di karcis baru parkir terdapat tanda khusus hologram pada logo Kota Blitar.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana saat razia oleh petugas Dishub Kota Blitar.(ist)