ADAKITANEWS, Kota Blitar – Terkait ulah juru parkir (jukir) yang tidak memberikan karcis parkir kepada masyarakat, Dinas Perhubungan Kota Blitar menyarankan warga untuk tidak membayar.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suhartono menjelaskan ulah jukir yang tidak memberikan karcis parkir sudah menyalahi aturan. “Itu sudah pungli namanya. Jukir tidak memberi karcis, ya tidak usah bayar. Tidak apa-apa, karena mereka itu sudah menyalahi perwali nomor 48 tahun 2016 tentang tarif retribusi parkir,” tegasnya di Gedung Kusuma Wicitro, Jalan S Supriyadi, Kota Blitar, Senin (13/03).

Priyo Suhartono menjelaskan, para juru parkir resmi di Kota Blitar telah memiliki identitas yang telah dikeluarkan oleh Dishub, sehingga masyarakat disarankan tidak perlu membayar parkir kepada petugas yang tidak memiliki identitas. “Termasuk yang tak berseragam, kami sarankan untuk tidak perlu membayar,” katanya.

Priyo mengilustrasikan, besaran tarif parkir sudah disesuaikan berdasarkan perwali nomor 48 tahun 2016 tentang retribusi parkir. “Kalau dalam aturan, saat ini untuk sepeda motor seribu rupiah, sedangkan mobil itu dua ribu rupiah. Ini rencananya akan naik, tapi peraturannya masih digodok di DPRD. Kalau mereka nariknya lebih dari itu, laporkan saja!,” tegasnya.

Priyo mengaku kebijakan untuk tidak membayarkan parkir ketika jukir tidak memberikan karcis sudah disosialisasikan kepada masyarakat. “Lewat sosmed, lewat baliho. Kita sudah sosialisasikan soal itu,” ungkap Priyo.

Pihak Dishub mengaku juga akan mengupayakan untuk menyeragamkan para jukir agar pelayanan parkir tepi jalan Kota Blitar lebih maksimal. “Maksimal April, karena sekarang pengadaan seragam tidak semudah dulu. Kita terus berupaya soal itu,” tukasnya.(blt1)

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suhartono.(dok. Adakitanews.com)