dishub kom info tulungagungterminal-tulungagung@dakitanews Tulungagung – Pasca pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informatika Tulungagung belum menetapkan tarif baru bagi Mobil Penumpang Umum (MPU) Antar Kota Dalam Kabupaten (AKDK). Saat ini pihak Dishubkominfo sendiri masih melakukan survey terkait tarif baru MPU.

“Siang ini insya Alloh survey sudah selesai,” ujar Kepala Dishubkominfo Tulungagung, Maryani.

Menurutnya untuk menentukan tarif baru MPU, bukanlah perkara mudah. Setelah melakukan survey tarif baru tersebut harus mendapat SK dari Bupati. “Setelah itu tarif baru bisa diberlakukan,” tuturnya.

Untuk menghindari adanya aksi mogok massal yang dilakukan MPU, Maryani mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pengurus Organda. Hasilnya Organda tidak akan melakukan aksi mogok massal dan bersedia beroperasi dengan tarif lama.

Terkait besaran naiknya tarif baru tersebut, mantan camat kota ini mengaku akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Sesuai peraturan, tarif baru tidak akan naik lebih dari 10 persen. “Yang jelas kita akan menunggu hasil survey terlebih dahulu baru menentukan tarif baru,” terangnya.

Maryani juga menghimbau agar MPU tidak menaikkan tarif sepihak. Jika hal ini ditemukan, Dishubkominfo akan menindak tegas MPU tersebut. Untuk MPU Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) akan dilaporkan ke Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dilaporkan ke pusat. Sedangkan untuk jenis AKDK akan mendapat sangsi tersendiri.

Maryani juha berharap agar pihak provinsi dan pusat segera menentukan tarif MPU Jenis AKDP dan AKAP. Sehingga masyarakat segera mendapatkan kejelasan terkait tarif baru tersebut. “Semakin cepat akan semakin baik,” pungkasnya.(Bram/Jati)