ADAKITANEWS, Tulungagung – Dalam pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP), ditemukan banyak kasus adanya warga yang belum memiliki KTP elektronik.

Meski kepastian jumlah warga yang belum memiliki KTP elektronik belum seluruhnya masuk ke KPU Tulungagung, namun Ketua KPU Tulungagung menyatakan bahwa hal ini menjadi masalah yang serius. Karena mereka terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya, alias golput. Sebab, syarat untuk menggunakan hak pilihnya, mereka harus sudah melakukan perekaman KTP elektronik.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik mengklaim bahwa semua warga Tulungagung yang wajib memiliki KTP, sudah melakukan perekaman.

“Mereka yang sudah berhak memiliki KTP, semua sudah melakukan perekaman,” kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik, Rabu (31/01).

Lanjut Justi Taufik, jumlah penduduk di Tulungagung sebanyak 1.980.557 penduduk. Dari jumlah tersebut, yang wajib memiliki KTP sebanyak 843.614. Dan saat ini, untuk warga yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik tercatat sebanyak 854.202 warga, atau ada selisih sebanyak 10.550 warga. Selisih inilah yang merupakan pemohon baru, atau mereka yang baru memasuki usia 17 tahun.(bac)

Keterangan gambar : Petugas Dispendukcapil Tulungagung sedang melakukan perekaman KTP elektronik.(foto : acta cahyono)