width=

20160604_105348ADAKITANEWS, Kota Kediri – Prof Ali Ghufron Mukti, Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti mengakui saat ini kekurangan dosen berkualitas yang mengajar di Perguruan Tinggi (PT) Indonesia. Hal ini disampaikan saat memberikan seminar ‘Peningkatan kualitas SDM menuju inspiring university’ di kampus Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri, Sabtu (04/05).

Kepada sejumlah wartawan, Prof Ali Ghufron mengatakan saat ini baru memiliki 5.109 Profesor. Padahal, jika mengikuti sistem satu program studi satu profesor secara Nasional membutuhkan 22 ribu Profesor.

“Secara nasional kualitas dosen masih harus terus dipompa. Karena, paling tidak kita membutuhkan 22 ribu dosen. Jadi masih harus kerja keras,” ujarnya

Selain itu, Prof Ali Ghufron juga menyoroti banyaknya dosen Strata 1 (S1) yang masih mengajar S1. Melihat hal itu, pihaknya mendorong dosen-dosen untuk segera melanjutkan pendidikan S2.

“Kita masih punya paling tidak 50 ribu dosen S1 yang masih mengajar S1. Seharusnya ini tidak terjadi lagi. Maka, kita mendorong dosen-dosen untuk segera S2 atau S3,” jelasnya

Menghadapi hal ini, pihaknya pada tahun ini menyediakan 2.300 beasiswa bagi dosen-dosen yang ingin melanjutkan S2 maupun S3. “Bukan hanya beasiswa, bagi dosen-dosen yang mempublikasikan karya tulisannya secara internasional dan berdampak pada Iptek akan kita support 50 sampai 100 juta rupiah per publikasi,” jelasnya

Prof Ali Ghufron juga menyinggung kampus UN PGRI Kediri yang terus melakukan pembenahan terutama pada kualitas dosen. Setelah diaktifkan kembali, Prof Ali Ghufron menambahkan, setidaknya kampus UN PGRI sudah menambahkan 100 lebih dosen baru. Selain itu, komitmen kampus memberikan beasiswa bagi dosen-dosennya untuk melanjutkan pendidikam S3.

“Kita apresiasi sekali Universitas Nusantara PGRI (UN PGRI Kediri,red) ini dengan menargetkan 70 dosen S3 dua tahun kedepan,” kata Prof Ali Ghufron Mukti.(Zay)

 

Keterangan Gambar : Prof Ali Ghufron Mukti saat memberikan seminar “Peningkatan kualitas SDM menuju inspiring university” di kampus Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri, Sabtu (04/05).