ADAKITANEWS, Sidoarjo – Camat Buduran, Sentot Kunmardianto akhirnya angkat bicara terkait tudingan perbuatan asusila yang disebut-sebut dilakukannya terhadap dua karyawannya.

Ditemui Tim Adakitanews.com, Sentot menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar. “Itu tidak benar. Jujur saya kaget pas baca berita yang ada di beberapa media online,” katanya, Selasa, (31/10).

Bahkan Sentot tidak mengetahui tentang adanya pelaporan dirinya di Polda Jatim. “Saya tahunya ya baca di media online. Itu benar atau tidak saya juga gak tahu. Karena sampai detik ini belum ada pemanggilan buat saya,” jelasnya.

Menurutnya, dia sangat mengenal orang tua karyawannya itu. “Jadi waktu itu ibunya datang sama saya minta tolong anaknya yang baru lulus SMA diajak bekerja. Akhirnya saya tolong. Tapi anak tersebut minta kepada saya untuk mengajak temannya. Ya saya bilang kalau kamu ajak teman gajinya dibagi dua. Jadi Rp 1,5 juta dibagi 2. Anak tersebut bilang mau,” paparnya.

“Saya sempat sms ibunya kenapa kok gak masuk. Sakit atau bagaimana. Karena masuk baik-baik keluar juga harus baik-baik kok justru ada kabar begini,” imbuhnya.

Sentot mengaku heran kenapa ada kabar yang menurutnya sama sekali tidak pernah dilakukannya. “Padahal ibunya itu kalau ada apa-apa atau butuh apa minta tolong sama saya. Kalau saya ada pasti saya bantu,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar di beberapa media online berita terkait Laporan Polisi (LP) nomor TBL/1356/X/2017/UM/Jatim, yang menyatakan bahwa Camat Buduran, Kabupaten Sidoarjo dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan tindak pidana perbuatan cabul (Pasal 289 KUHP).

Laporan tersebut diketahui pada Kamis (26/10). Dua orang korbannya, sebut saja Bunga dan Mawar, dua gadis lulusan SMA usia 18 tahun dengan didampingi orang tua beserta tim kuasa hukumnya mendatangi SPKT Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, untuk melaporkan seorang oknum Camat Buduran atas dugaan tindakan cabul.(pur)

Keterangan gambar : Camat Buduran, Sentot Kunmardianto.(ist)