Dituduh Terima Suap, Walikota Anggap Mantan Kepala BPBD “Stres”

ADAKITANEWS, MADIUN – Setelah Kejaksaan Negeri Madiun memberikan pernyataan atas dugaan suap Proyek Embung Pilangbango yang diterima pejabatnya dan pihak Kejari Kota Madiun, giliran Wali Kota Madiun, Bambang Irianto angkat bicara. Dalam pernyataannya, Walikota tidak membantah atau mengiyakan penuturan mantan Kepala BPBD, Agus Subiyanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya beberapa waktu lalu. Bahkan, ia menganggap pernyataan itu sebagai pernyataan orang gila.

Bambang Irianto mengatakan bahwa pernyataan Mantan Kepala BPBD tersebut tidak perlu dianggap serius. Pasalnya pernyataan tersebut juga merupakan pernyataan dari orang lain. Dia bicara soal itu juga katanya dari orang lain lagi. Saya anggap omongan itu omongan orang stres. Jadi tidak perlu ditanggapi serius,” ujar Bambang Irianto usai membuka Musrenbang Pemerintah Kota di Asrama Haji, Selasa (15/03).

Walikota Madiun juga meminta agar dalam setiap pernyataan yang diutarakan dalam persidangan adalah fakta dan bukan keterangan dari pihak lain. “Saya tidak membantah dan tidak mengiyakan. Sebab faktanya tidak ada. Sampaikan pada dia, jika bicara itu fakta dan jangan hanya katanya. Semua yang dia bicarakan dan dituangkan dalam pembelaan semua katanya orang lain. Jadi tidak dia ketahui sendiri. Apa seperti itu bisa masuk kategori fakta?,” ujar Bambang Irianto.

Terkait penyataan tentang adanya pertemuan dirumahnya dalam rangka mengkondisikan kasus proyek embung senilai Rp 18 milyar yang berasal dari APBD Provinsi Jatim tahun 2014, Bambang juga menyangkalnya. “Siapa bilang? Sekali lagi, itu katanya orang lain (Kabag Adbang, Sadikun,red). Saya pastikan tidak ada pembicaraan seperti itu. Saya jamin dia (Sadikun,red) tidak mungkin berbicara seperti itu,” ujarnya dalam nada tinggi.

Jika suatu saat dipanggil dan dimintai keterangan, atau bahkan diperiksa oleh institusi penegak hukum, Wali Kota Madiun mengaku akan melakukan gugatan balik. “Lihat saja nanti perkembangannya. Jika saya dipanggil dengan status apapun, saya akan lakukan gugatan hukum,” ujarnya serius.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala BPBD, Agus Subiyanto dalam pembelaannya menyatakan bahwa Wali Kota Madiun telah menerima US$ 100.000 dan Kajari Madiun saat ini, Paris Pasaribu menerima US$ 20.000. Tidak hanya itu, Kajari Madiun sebelumnya, Suluh Dumadi juga dikatakan telah menerima uang Rp 500 juta, Kasi Pidsus Kejari Madiun, Jaya Bulo Rp 350 juta dan untuk Kejari Madiun adalah uang operasional sebesar Rp 250 juta serta rehabilitasi rumah dinas Kajari Madiun di Jalan Kapten Saputro Rp 150 juta.

Sehari sebelumnya, Kejari Madiun melalui Kasi Intel, Abdul Farid menolak soal dugaan suap yang diterima mantan Kajari Madiun, Kajari Madiun saat ini dan Kasi Pidsus. “Saya diperintahkan Kajari menjawab pertanyaan rekan-rekan wartawan. Saya pastikan hal itu tidak benar, tidak tertutup kemungkinan kami klarifikasi atas keterangan terdakwa dalam persidangan itu,” ujarnya.(Uk)

Keterangan gambar: Wali Kota Madiun, Bambang Irianto saat memberikan tanggapan atas pernyataan miring mantan Kepala BPBD Agus Subiyanto dalam Pengadilan Tipikor Surabaya (Foto: Agoes Basoeki)

Recommended For You