2015-07-22_20.14.28

ADAKITANEWS, Banyuwangi – Guna membebaskan warga dari erupsi Gunung Raung yang belum dipastikan kapan berhentinya, puluhan warga Dusun Tulung Rejo Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi melangsungkan tradisi malam ke tujuh Idhul Fitri, Rabu, (22/07).

Sejak pertama kali erupsi Gunung Raung pada 29 Juni 2015, hingga Selasa (21/7) kemarin gunung tersebut terus mengeluarkan abu vulkanik. Akibatnya, kerugian ekonomi yang cukup besar karena aktifitas warga terhambat dengan abu yang terus menghujani beberapa daerah di Banyuwangi dan sekitarnya.

Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum bisa memastikan kapan gunung raung yang terletak di perbatasan Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember berhenti  mengeluarkan abu vulkanik. “Letusan Gunung Raung ini bertipe strobolian, kami belum bisa memastikan kapan letusan akan berhenti. Sedangkan tipikal magmanya lebih encer dan miskin gas sehingga tidak eksplosif dan tidak ada awan panas ” jelas Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Rabu, (22/7).

Bencana alam yang belum dipastikan kapan berhentinya ini, membuat puluhan warga Dusun Tulung Rejo Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi melakukan selamatan ketupat pada malam ke tujuh setelah Idhul Fitri. Selamatan yang dilaksakan di musholla Al-Hikmah usai melaksanakan shalat magrib berjama’ah tersebut bertujuan untuk meminta keselamatan bagi para warga Banyuwangi khususnya daerah Glenmore dan sekitar yang selalu menjadi sasaran utama debu vulkanik.

“Kami berdoa meminta kepada Allah SWT agar bencana ini segera berakhir, dan warga Banyuwangi terbebas dari Bala’ (Bencana-red),”ungkap Jumali pemuka agama daerah tersebut.

Selain berdoa untuk menolak Bala’, selamatan kupatan mengartikan manusia mengakui kesalahannya. Ketupat merupakan filosofi Jawa yang berarti ketupat atau kupat dalam Bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Laku papat artinya empat tindakan. “Dengan tradisi dari jaman para wali ini semoga menjadikan warga benar-benar fitri,” ujar Jumali.(blot)

Keterangan Gambar : Selamatan tujuh hari Idul Fitri atau ketupatan untuk meminta keselamatan