ADAKITANEWS, Tulungagung – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan penyaluran bantuan benih, induk unggul dan sarana prasarana produksi pakan mandiri di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan tersebut diserahkan kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Selasa (24/10).

“Bantuan-bantuan yang diberikan ini, di harapkan mampu menjadi stimulus bagi pembudidaya untuk mengembangkan usahanya menuju kemandirian,” kata Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir Rifky Effendi Hardijanto.

Rifky menyampaikan harapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, agar pembudidaya ikan menjadi pengusaha yang mandiri.

“Dalam rombongan ini, saya mengajak serta kalangan perbankan. Ini semata agar pembudidaya ikan mendapatkan kemudahan kases untuk permodalan,” kata Rifky.

Lanjut Sekjen KKP, Rifky Effendi Hardijanto, bisnis perikanan merupakan bisnis yang menguntungkan. Karena itu dunia perbankan menaruh kepercayaan untuk mendukung permodalannya.

“Kepercayaan ini jangan disia-siakan, dengan penambahan modal, usaha budidaya ikan akan lebih berkembang dan pembudidaya akan menjadi pengusaha baru yang mandiri,” katanya.

Untuk mendorong terwujudnya kemandirian di bidang pakan Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan sarana produksi berupa satu unit mesin pembuat pakan ikan berkapasitas produksi 500 kilogram per hari pada kelompok pembudidaya ikan di Desa Gondosuli.

Rifky menilai, masalah pakan dan pasar menjadi persoalan klasik yang dihadapi para pembudidaya ikan air tawar secara menyeluruh. Dengan harga pakan Rp 9.000 dan harga jual ikan Rp 14 ribu perkilogram, keuntungan yang didapat para pembudidaya sangatlah tipis. Terlebih FCR (feed convertion ratio) atau rasio pakan rata-rata saat ini setiap 30 kilogram pakan hanya menghasilkan 23 kilogram daging ikan, padahal idealnya adalah 28 kilogram.

“Ini merupakan persoalan yang dihadapi karena tingginya ketergantungan para pembudidaya ikan terhadap produsen pakan pabrikan. Untuk mengatasi permasalahan ini kita mendorong para pembudidaya ikan lele di sini agar membangun kelompok usaha pembuatan pakan sendiri. Mengingat kebutuhan pakan di sentra budidaya lele ini mencapai 1,5 hingga 2 ton perhari,” ajaknya.

Dengan pembuatan pakan mandiri yang dikelola kelompok masyarakat sekitar dengan memanfaatkan bahan baku sumberdaya lokal, diharapkan harga pakan bisa jauh lebih murah dari harga pakan pabrikan.

Rifky mencontohkan dengan kualitas yang tidak kalah bagus, pakan mandiri yang diproduksi balai perikanan budidaya air payau Situbondo bisa dijual dengan harga Rp 6.000 perkilogram, lebih murah Rp 3.000 dari harga pakan pabrikan.

Diketahui, selain penyerahan bantuan mesin pembuat pakan ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyerahkan bantuan bibit ikan unggulan, dan pakan mandiri produksi dari balai perikanan budidaya air payau Situbondo.(ta1)

Keterangan gambar : Sekjen KKP, Ir Rifky Effendi Hardijanto (baju hitam) saat melakukan panen ikan lele di Desa Gondosuli.(foto : acta cahyono)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews-3-1024x576.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews-3-150x150.jpgREDAKSINasionaladakitanews,Berita,kementerian kelautan dan perikanan,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan penyaluran bantuan benih, induk unggul dan sarana prasarana produksi pakan mandiri di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan tersebut diserahkan kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Selasa (24/10). “Bantuan-bantuan yang diberikan ini, di harapkan mampu menjadi...