ADAKITANEWSIMG_20150313_133148, Kediri – Komisi VI mendesak pemerintah untuk segera menaikan .Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras Bulog. Pasalnya, jika tidak dinaikan Bulo tidak akan dapat menjalankan fungsinya sebagai penyetabil harga beras.

Anggota Komisi VI DPR RI, Sarmuji mengatakan, pihaknya mendesak pada pemerintah untuk segera menaikan HPP beras menyusul pengusulan angaran lembaga ini pada pemerintah sebesar Rp. 3 triliun. Anggaran itu akan dipergunakan untuk membeli beras dan gabah para petani secara layak.

“Saat ini kita mendesak pada pemerintah untuk segera menaikan HPP beras Bulog. Agar anggaran yang diajukan oleh Bulog dapat berguna,” ujarnya.

Sarmuji mengatakan, HPP yang berlaku saat ini masih Rp. 6.600 per-kilogram. Dengan harga itu, HPP itu berlaku sejak tahun 2012 lalu, sehingga jika HPP itu tetap diberlakukan, maka sirkulasi pembelian harga beras Bulog akan terancam terganggu.

“Harga beras di pasaran saat ini sudah mencapai Rp. 8 ribu lebih. Kalau HPP Bulog masih Rp. 6.600, maka jelas Bulog tidak bisa membeli beras,” tuturnya.

Menurut Sarmuji, paling tidak pemerintah menetapkan HPP baru sebesar Rp. 7.300. Itupun, hanya akan bisa berlaku pada musim panen raya dan ada kecenderungan penurunan harga. (ys).